
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 64
Drrrrt ... Ponselku bergetar saat aku hendak masuk ke ruang penyidik mengikuti langkah dokter Firman. Ku lihat disana ada sebuah pesan masuk, pesan yang setelah ku baca membuat darahku menjadi mendidih. Pesan yang memaksaku harus meninggalkan tempat itu secepatnya.
Ku pesan ojek Online dan menyuruhnya melesat dengan kecepatan tinggi menuju sebuah tempat yang sudah ku beritahukan sebelumnya.
"Saya mau ketemu Pak Doni!" Kataku pada seorang resepsionis yang bekerja di kantor mas Doni tanpa selamat siang atau basa- basi.
Setelah pesan dari Mas Doni yang setengah mengancam ku dan berkata akan membuat perhitungan dengan dokter Teddy, aku curiga bahwa ialah dalang dari penangkapan dokter Teddy di bandara tadi.
"Maaf ya mbak, pak Doni sekarang sedang ada pertemuan. Mbak bisa tunggu disana." Kata wanita berseragam coklat dengan rambut yang di urai itu.
__ADS_1
"Saya nggak bisa nunggu!" Kataku, meninggalkan meja resepsionis dan berjalan masuk menuju bagian dalam gedung.
"Mbak, tolong mengerti. Saya bisa panggil security untuk mengusir mbak kalau mbak tetap ngotot ingin masuk." Wanita itu berlari mengejar ku dan menahan ku untuk masuk dengan mencekal tanganku.
Aku tak menghiraukan, ku hempaskan tangannya lalu ku ambil gawai dan ku hubungi Mas Doni.
"Mas, aku mau ketemu. Aku sudah di loby. Aku yang masuk atau kamu yang keluar!" Tegasku setelah mas Doni mengangkat teleponnya.
"Ya...!" Jawabnya santai.
Selang beberapa detik ia terlihat kembali menemuiku.
"Mbak, mari saya antar ke ruangan pak Doni." Kata resepsionis, kali ini ia terlihat lebih ramah dibanding sebelumnya.
__ADS_1
Aku segera mengikuti langkahnya menuju sebuah ruangan yang bertuliskan CEO.
"Mbak tunggu disini dulu biar saya masuk dan memberi tahu pak Doni." Serunya.
"Saya tu buru- buru mbak, kenapa ribet bener sih. Minggir!" Kataku seraya mendorongnya menjauh dari pintu. Ku raih handle pintu lalu ku buka pintu dengan kasar. "Doni" seruku membuka pintu. Terlihat Mas Doni duduk di kursi kebesarannya bersama beberapa orang yang terlihat sedang sibuk memeriksa berkas- berkas, sepertinya mereka sedang membahas sesuatu. Mereka terlihat terkejut dan menatapku bersamaan saat aku membuka pintu tanpa permisi sedangkan Mas Doni melempar senyum sok manisnya padaku, membuatku semakin muak akan tingkahnya.
"Maaf Pak, saya sudah menyuruh untuk menunggu dulu diluar. Tapi mbaknya nyelonong maksa!" Kata resepsionis yang mengantarku tadi.
"Mbak jangan gitu, mereka sedang ada pertemuan." Kata wanita lainnya. Wanita berpenampilan s*ksi yang merupakan salah satu dari mereka yang ada di ruangan itu seraya memegang tanganku dan ingin membawaku pergi dari sana.
"Dona! Hentikan!" Bentak Mas Doni pada wanita s*ksi itu.
"Apa kamu tidak tau siapa dia? Dia istri saya! Lebih sopan kamu!" Jelasnya ke pada wanita itu, penjelasan yang membuatku benar- benar semakin muak.
__ADS_1
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π