
Aku Buakn Rahim Cdangan
Part 79
"Debby? Satu tahun? Membujuk Aldo? Pulang kerja? Maksudnya apa ya Bun?" Ku berondong Bunda dengan pertanyaan, tapi masih dalam batas kesopanan jujur Aku masih belum mengerti arah pembicaraan Bunda.
"Maksud gimana to ndok?" Tanya Bunda yang terlihat juga bingung dengan pertanyaanku.
"Maksud saya, setahun ini Debby sering ke panti?"
"La, Debby kan memang tinggal di panti, mau tinggal dimana lagi ndok? O... Di apartemen dokter? Ndak lah dok, setelah dokter pergi, Bunda langsung ke Apartemen menjemput Debby dan Bunda bawa pulang kesini sampai sekarang." Jelas Bunda, perasaanku mulai tak enak.
"Bukannya Debby sama suaminya...?"
"Sudah resmi bercerai satu tahun lalu juga." Deg ... Jawaban Bunda sukses membuat keringat dingin keluar bercucuran dari tubuhku. Ku ambil napas panjang dan ku hembuskan perlahan untuk mengurangi ketegangan dalm diri ku.
"Jadi, Debby tidak kembali sama mantan suaminya?" Tanyaku menyelidik.
"Yo Ndak to, wong Debby Ndak mau berhubungan lagi sama nak Doni dan juga Linda." Jawaban Bunda sontak membuatku tanpa sadar menyandarkan punggungku pada sandaran kursi. Aku merasa sangat bersalah karena sudah salah mengira terhadap Debby. Pantas saja Debby begitu marah padaku setelah perlakuanku padanya tadi siang.
Hening.
"Bunda, Apa saat ini Debby sedang dekat atau mempunyai hubungan dengan aki- laki?" Tanyaku di tengah keheningan antara aku dan Bunda, Bunda tersenyum.
__ADS_1
"Ndak ada, Ada laki- laki yang ditunggu Debby, tapi Debby sudah memutuskan untuk melupakan laki- laki itu." Jawab Bunda, siapakah yang di maksud Bunda? Apa
itu aku? Aku tak mau berasumsi, aku tak mau melakukan kesalahan lagi.
"Bunda, ada yang ingin saya sampaikan sejak satu tahun yang lalu."
"Iya, apa itu dok?" Bunda terlihat begitu memperhatikan ucapanku.
"Bunda, mungkin diluar sana banyak sekali yang mencintai Debby. Dan orang itu termasuk saya. Jika Debby berkenan, bolehkan saya meminang Debby? Anak Bunda?"
POV Teddy
Ku mantapkan hati untuk melamar Debby. Aku tau sebagai lelaki dewasa, tujuan sebuah cinta adalah pernikahan dan tugasku adalah menyegerakannya.
Waktuku di Jakarta tidak lah banyak, dan akan memakan waktu lebih lama jika harus menunggu sampai aku kembali lagi. Dengan waktu yang tidak sebentar itu bisa saja Debby akan semakin membenciku.
"Itu lah yang ingin saya sampaikan pada Bunda sejak satu tahun yang lalu." Jawabku menunduk.
"Debby sudah pernah gagal dan itu cukup membuatnya terluka, hidupnya tidak mudah." Kata Bunda.
"Saya tau Bunda." Jawabku, Bunda terlihat menghela napas panjang.
"Saya harap, Bunda akan memberi jawaban sebelum saya kembali ke USA." Dengan berat hati, terpaksa aku sampaikan hal ini pada Bubda. Bukan maksud untuk mendesak, anggap saja aku sedang berusaha lebih keras.
__ADS_1
"Kapan Nak Teddy akan kembali ke USA?"
"Minggu depan."
"Bunda Usahakan ya," jawab Bunda.
"Om...." Teriak Aldo dari dalam seraya berlari menghambur ke pelukanku.
"Aldo... Apa kabar?" Kataku membalas pelukan Aldo.
"Om kenapa lama sekali?" Tanya Aldo melepaskan pelukannya padaku.
"Maaf, om harus menyembuhkan banyak orang-orang sakit dulu." Bujukku.
"Om? dokter ya?"
"Iya sayang..."
"Kita tanding bola sekarang Om,"
"Ayo... Siapa takut."
Ku lepas jas yang ku pakai untuk menghadiri seminar tadi lalu ku letakan di kursi tamu, Karena terburu- buru, Aku sampai lupa tidak mengganti bajuku. Ku lipat lengan kemejaku dan aku mengikuti Aldo ke halaman untuk bermain bola bersamanya.
__ADS_1
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π