
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 233
"Teddy kalau sekali saja kamu menyakiti Debby, makah aku tidak akan membiarkan Debby untuk bersama mu lagi." Ancam Doni, sepertinya dia tau aku sedikit emosi saat ini.
"Jangan coba-coba untuk mengancam saya." balasku
"Eh, ayo mas kita pergi, bukanya tadi mas bilang mau ngomong sesuatu." sela Debby seraya memegang tanganku dan hendak membawaku pergi dari tempat ini.
"Uda dong mas, jangan ribut-ribut disini malu sama Bunda." bisik Debby
Aku bergeming sesaat
"Aldo, mbak Debby dan Om dokter pergi dulu sebentar ya." pamit Debby pada Aldo.
Prov Debby
Saat aku baru saja kembali dari bawah, aku benar-benar sangat terkejut melihat pemandangan mas Doni beserta mbak Lidia sedang bercanda gurau bersama dengan Aldo, sedangkan suami ku sedang berdiri ngobrol bersama bunda.
Keadaan mulai memanas saat kami mengetahui bahwa mereka akan mengadopsi Aldo, sungguh betapa terkejutnya aku dengan pernyataan Bunda.
Segera ku bawa suami ku untuk pergi dari tempat ini sebelum terjadi keributan besar antara mas Aska dan mas Doni.
Kami keluar dari kamar Aldo dan ku ikuti langkah kaki panjangnya itu.
"Selamat pagi, pak...buk..." sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan kami dan aku hanya bisa membalas mereka dengan tersenyum. Berbeda dengan suami ku. Dia tampak sedang marah dan berjalan mendahului ku. Karyawan yang menyapanya pun tak di hirau olehnya.
__ADS_1
"Pak...buk..." tiba-tiba suara suster Indah menghentikan langkah kaki ku, sedangkan dia tetap berlalu begitu saja.
"Suster" sapa ku pada suster Indah
"Bu Direktur, maafin saya." ucapnya seraya berlutut dihadapan ku.
"Aduh.. Suster...suster...maaf ya aku harus pergi sekarang. Saat ini aku sedang ada urusan yang sangat penting, tolong berdirilah. aku sudah memaafkan suster, maaf ya suster saya harus pergi sekarang." ucapku padanya lalu bergegas pergi meninggalkanya.
Sampailah aku didepan pintu, segera ku buka handel pintu karena mas Aska pastinya sudah sampai lebih dahulu.
Ckreekk... " Apa bisa kamu jelaskan Debby? Kenapa kamu harus memberikan ide konyol seperti itu?" tanyanya pada ku sebelum aku benar-benar menutup pintu dengan sempurna.
"Loh mas, kamu kenapa jadi emosi kayak gini?" tanyaku seraya menghampirinya. Ku usap lembut tanganya, dia menghindar dan berjalan menjauhiku untuk mendekati jendela.
"Aldo dan kenapa juga harus Aldo?" tanyanya lagi
"Tapi kenapa juga harus Aldo? Kita yang lebih dekat dengan Aldo. Yang lebih sayang dengan Aldo." Pungkasnya kemudian
"Kalau masalah Aldo, aku tidak mengetahui apa-apa mas. Aku juga sangat terkejut ketika bunda mengatakan jika pilihan mereka jatuh pada Aldo." jawabku lagi
Aku tak menyangka jika mas Aska akan semarah ini hanya gara-gara Aldo. Tapi bukankah Aldo juga ber hak untuk bahagia? Berhak mendapatkan kasih sayang orang tua?
Aku tau benar rasanya betapa beratnya hidup tanpa adanya kehadiran kedua orang tua.
"Karena Aldo sangat dekat dengan kamu Debby, jadi mereka memilih Aldo agar Doni bisa dengannya menggambil kamu dari ku. Dengan alasan Aldo! Kamu ngerti nggak sih Debby?" tuduhnya dengan sangat-sangat mantabnya.
"Kalau kamu seperti itu, sama saja kamu tidak mempercayaiku mas."
__ADS_1
"Apa yang nggak kamu lakukan untuk Aldo jika dia sedang marah Debby?"
"Dan bukanya saya nggak percaya sama kamu, tapi apa salahnya menghindari masalah." jelasnya
"Justru apa yang aku lakukan ini untuk menghindari masalah, yang kamu tau pernikahan ku dengan mas Doni dulu hanya karena keturunan, mbak linda nggak bisa memberikan keturuna pada mas Doni waktu itu. Dan sangat nggak di sangka-sangka setelah pernikahan ku dan mas Doni terjadi mbak Linda dinyatakan hamil, lalu..." tak bisa ku lanjutkan kalimat lalu dia menceraikan aku karena mbak Linda sudah hamil di saat itu dengan berat aku mengatakanya.
"Apa? Lalu dia menceraikan mu setelah itu? Itu maksudmu Debby?" dia berbalik dan tampak lebih terlihat emosi setelah aku menyampaikan kebenaran itu. Memang selama ini aku tak pernah menceritakan alasan mas Doni menikah dengan ku aada siapa pun, mereka hanya tau bahwa aku hanyalah istri kedua dan aku menikah karena balas budi pada keluarga hermawan yang sudah sangat banyak berjasa pada kami semua. Namun jika akhirnya sampai sekarang mas Doni masih mencintai ku itu diluar kuasa ku, karena dulu pun aku perna mencintainya walau hanya sesaat saja.
"Iya, itulah kenyataanya, kenyataan pahit yang selama ini ku simpan rapat-rapat." sambung ku
"Kenapa kamu menyengsarakan dirimu sendiri Debby."
"Karena aku telah berhutang budi pada mereka, semua terjadi sangat begitu cepat mas." jelasku
"Ternyata mereka lebih jahat dari yang saya kira, mereka menikah dengan mu hanya untuk menginginkan rahim mu saja, dan setelah Linda hamil mereka membuangmu begitu saja? Itu benar-benar tidak bisa di maaf kan." ucapnya seraya mengepal kedua tanganya.
"Kalau kamu nggal membiarkan, itu sama saja kamu mau aku kembali padanya mas."
"Ya enggak lah Deb, maksudnya kenapa nggak kita saja yang mengadopsi Aldo. Saya takut jika Linda hamil lagi, maka Aldo akan bernasib sama seperti apa yang kamu alami."
"Rahim mbak Linda sudah di angkat mas, kamu ingat waktu itu aku perna mengkonsiultasikan tentang itu. Sebetulnya yang aku konsultasikan waktu itu adalah mbak Linda. Jadi, mereka lebih membutuhkan dari pada kita mas.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1