
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 225
"Ngak ada, semua sudah ku beli tadi. Ke sinilah cepat."
"Kenapa apa ada yang terjadi sama Aldo selama saya tidak ada di rumah sakit?" ku langkahkan kaki ku cepat setelah mendengar seruan Debby untuk segera aku masuk.
"Bukan, bukan itu, aku lelah sekali." Keluhnya, sepertinya dia sudah bekerja keras hari ini.
Ku hentikan langkah ku, dan ku hela nafas panjng. Aku bisa tenang sekarang karena aldo baik-baik saja. "Ya saya segera masuk." tutup ku
"Selamat malam pak." sapa karyawan pada ku.
"malam"
"Yah... Tasnya lupa lagi." gerutu ku setelah menyadari tas bawaan ku tak ada.
"pak" panggil ku kepada security yang berada tak jauh dari ku.
"Iya pak, ada apa?" tanyanya
__ADS_1
"Bapak, saya bisa mintak tolong nggak?"
"Bisa dong pak, tolong apa pak?"
"Bapak tolong ambilkan tas yang ada di dalam mobil saya, terus tolong bawakan ke ruang rawat VIP no. 35, saya tunggu disana dan ini kuncinya, makasih."
"Bapak tidur disini?" tanyanya kemudian
"Iya" balas ku singkat
"Apa itu artinya malam ini kerja di awasi oleh pak Direktur sampai malam? Ya ampun" gumamnya yang tak sengaja terdengar di telinga ku.
"Kenapa pak? Jangan takut gitu, saya disini karena ada urusan pribadi, nggak ada urusan pekerjaan kok pak. Anggap saja saya sama seperti pasien yang lain kalau malam. Saya ke atas dulu ya pak, terima kasih."
Ku buka jas ku dan ku letakan disofa, ku hampiri keduanya karena ku lihat Aldo mengeliat.
Suuuttt... Ku tepuk-tepuk lembut kakinya yang berbalut dengan selimut.
"Mbak Debby...sakit" Rintihnya, anak seusia Aldo memang akan lebih rewel jika mengalami luka yang lumayan berat, apa lagi harus mengalami operasi juga.
"Mbak Debby nya lagi istirahat nak, ini ada om dokter yang akan menemani Aldo, Aldo mau minum ?" tanyaku
__ADS_1
"Maunya sama mbak Debby, nggak mau sama om Dokter, om dokter jahat." rengeknya
"Jahat?" om dokter nggak jahat nak, Aldo mau apa? Nanti om kasih deh." bujuk ku pada Aldo yang suda mulai menahan air matanya.
"Aldo mau mbak Debby aja" Rengeknya lagi
"Ya ampun"
"Ya uda, om banguni mbak Debby nya dulu ya tunggu sebentar."
Ku dekati Debby, ada rasa tak tega melihat wajahnya yang sayu, terlihat begitu lelah harus bangun untuk mengurus Aldo lagi. Tapi Debby pasti akan lebih marah lagi pada ku jika aku tidak membangunkanya.
"Sayang, bangun... Aldo nyariin kamu tu" ku usap lembut punggung Debby, sambil sesekali ku lirik Aldo yang terlihat sedang melihat ku penuh kebencian.
"apa sayah saya? Kenapa aldo sepertinya sangat marah sama saya." gumam ku
"Sebentar ya aldo, mbak Debby susah bangunya kalau udah tidur kayak gini." ucap ku yang sambil tersenyum pada Aldo, namun Aldo masih saja terlihat cemberut dan membuang muka pada ku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..