Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
menahan Air mata


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Saat di dalam mobil kami hanya diam saja, ku tunggu hingga Debby mau mengatakan sesuatu namun nilai dia tetap setia dengan egonya, hingga mobil ku berhenti tepat di depan pintu gerbang.


Klakson ku bunyikan dan dengan segera satpam membuka pintu gerbang. "selamat Malem tuan muda." sapanya.


"Malem." jawabku


Sesampainya di depan pintu rumah mama, ku ketuk pintu dan mama dengan segera membukanya. "Assalamualaikum, ma." sapa ku pada mama, lalu ku kecup punggung tangan mama kemudian di ikuti oleh Debby yang berdiri di belakang ku.


"Walaikumsalam." jawab mama.


"Hallo sayang, gimana kabar kamu Debby?" Tanya mama pada menantu kesayangan yang sudah sangat membuat ku kesal hari ini.

__ADS_1


"Aku baik-baik ma." Jawab Debby singkat sembari menampilkan senyum tipis dibibinya yang aku sangat tau itu dipaksakan.


"Debby, kamu kelihatanya habis nangis itu sayang, apa Teddy sudah menyakiti kamu?" tanya mama yang melihat lekat-lekat dan mendekati wajah Debby lalu meliriku. Aku tak tau bagai mana mama bisa tau, sedangkan Debby dari tadi memilih lebih banyak menunduk.


"Nggak kok ma, tadi aku ketiduran, baru bangun tidur, ya baru tidur soalnya mas Aska nya agak telat. Jadi aku tadi ketiduran saat menunggunya pulang." jawab Debby menutupi.


Mama percaya dengan kata-kata Debby dan segera membawa kami masuk ke dalam "Kenapa sepi sekali?" tanya ku saat ku langkahkan kaki menuju ruang tamu dan melihat ke adaan rumah yang sangat begitu legang.


"Oh papa mu lagi ada sedikit urusan diluar, kalau Kevin lagi nganteri Vannya pemotretan biasanya tengah malam baru pulang."


"Apakah kalian berdua sudah makan?"


"Beelu..."

__ADS_1


"Teddy masih kenyang ma, oh iya tadi sebelum pulang kerumah aku sempet beli makanan untuk Debby, ni untuk mama dan Debby aja." kataku menyelah perkataan Debby. Ku berikan paper bag yang berisi nasi beserta Ayam bakar balado ke sukaan ku pada mama. Entah mengapa tiba-tiba saja nafsu makan ku menghilang setelah perdebatan ku tadi dengan Debby, padahal sebelumnya tadi aku sangat lapar karena pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini sangat lah padat dan membuatku melupakan jam makan siang ku.


"Ya udah ma, Teddy ke kamar dulu ya, Teddy sudah sangat lelah. Debby kamu makan dulu sana sama mama." pamit ku kemudian, ku tinggalkan Debby dengan mama, setidaknya. Debby akan tetap aman bersama mama karena Kevin dan Vannya tidak berada dirumah saat ini.


Pov Debby


Kata lelah yang keluar dari mulut mas Aska seolah menampar ku dan membuatku merasa tersindir. Aku sangat yakin saat ini dia sangat marah atas sikap ku padanya. Melihat prilakunya yang sangat begitu dingin membuat hati ku semakin sakit.


"Debby ayo kita makan dulu, udah biarin aja Teddy memang seperti itu orangnya jarang sekali makan." kata mama seraya mengusap pundaku dengan lembut, membuyarkan semua fikiran yang saat ini dipenuhi tentang ke acuhan mas Aska. Rasa sakit yang semakin sakit membuat ku kembali merasakan sesaknya menahan air mata, ku gigit ujung bibirku dengan sekuat tenaga agar air mataku tak lagi keluar terlebih di depan mama, seperti apa yang di pesankan oleh mas Aska sebelum kami berangkat ke sini tadi.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2