Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Sinta Dan Alex


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 139


Kami berjalan bersisian dan bergandengan tangan, menyatu dengan pasir, sesekali ombak menerpa dan mengenai kaki kami yang tidak memakai alas itu.


"Pernahkah kamu menyesal menikah dengan saya Debby?" Tanyanya di tengah perjalanan kami yang asik menikmati pemandangan laut.


Aku menggeleng "Aku bahagia walau masih harus berjauhan. Setidaknya aku punya seseorang yang aku tunggu disetiap hariku, rasanya ada manis- manisnya gitu." Candaku, aku tak ingin suamiku terus diliputi rasa bersalah karena masih harus meninggalkan ku sendiri.


"Jangan suka marah- marah lagi ya. Jangan mengabaikan saya. Karena itu sangat menyiksa saya Deb." Katanya serius. Kami hentikan langkah kami sejenak, lalu berdiri saling berhadapan.


"Kalau aku nggak marah saat kamu mengatakan hal mesra pada orang lain bukankah justru itu yang musti dipertanyakan?" Pungkasku.


Dia terlihat berpikir.


"Iya juga sih, cuma jangan lama- lama marahnya." Pintanya seraya meraih tanganku.


"Ya tergantung, kalau rinduku berat marahku akan lebih lama lagi, agar kamu pulang."


"O... Jadi ini salah satu trik kamu ya Deb? Pinter juga ya kamu." Aku tertawa melihat ekspresinya.

__ADS_1


Ku lepas tanganku dari genggamannya lalu berlari menjauhinya, "Awas ya kamu Debby, kamu selalu mengerjai Saya, hanya karena rindu." Teriaknya lalu mengejarku.


Langkahku terhenti saat ku lihat sosok yang ku kenal. "Aduh... Ada Sinta sama Alex?" Gumamku, Aku berbalik.


"Kena kamu." Mas Aska menangkapku dan memelukku dengan erat.


"Ah, sudah main-mainnya." Keluhku.


"Kamu kenapa panik gitu Deb? Sakit." Tanyanya yang masih memelukku.


"Bukan, ada..."


"Dokter Teddy..." Teriak Alex yang terdengar sedang menghampiri kami. Kami bergeming, aku mendongak, kami saling menatap kebingungan.


"Ada Sinta juga ternyata." Katanya dengan santai, namun tetap mendekapku dengan erat.


"Dokter, dokter lagi sama siapa itu? Pacarnya ya?" Tanya Sinta.


"I_ya ini pacar Saya. Kami sedang berlibur."


"O... Kenapa di peluk gitu? Jangan kenceng- kenceng meluknya, nanti sesak napas Lo dok pacarnya." Sambung Alex.

__ADS_1


"Nggak, udah biasa. Dia orang nya pemalu soalnya." Jawabnya lagi santai. Luar biasa, bakat terpendam suamiku terlihat lagi, berbohong tapi tetap santai.


"Kasihan Debby," Gumam Sinta yang masih terdengar olehku.


"Kenapa Debby?" Tanya Mas Aska pada Sinta.


"Patah hati dong."


"Sinta apaan sih." Sela Alex.


"Memangnya Debby kenapa?" Tanya mas Aska lagi.


"Udah lah Alex biarin aja, kasihan Debby tau. Dia itu sudah nunggu dan sangat suka sekali sama dokter Teddy, biar aja dokter Teddy tau, siapa tau dokter Teddy akan membalas cintanya Debby."


Kata- kata Sinta benar- benar membuatku terkejut dan Malu "Sinta... Apa yang kamu lakukan?!" Gerutuku.


"Masak? Debby suka sama saya? Apa sebesar itu perasaan Debby sama saya, sehingga kalian semua tau?" Tanya suamiku yang aku sudah hafal betul, dia sedang mencoba membuatku semakin malu saat ini.


"Kami nggak tau pastinya dok, yang pasti dari gelagat Debby, begitulah kelihatannya. Setahun belakangan, sebelum dokter pulang, dia murung terus. Tapi setelah dokter seminar, dia kembali ceria." Oceh Sinta, ingin sekali rasanya ku sumpal mulutnya itu dengan sesuatu, mulut yang menjatuhkan martabatku itu.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2