
Aku bukan rahim cadangan
Part 184
Tok... Tok... Tok... Pintu diketuk dan dibuka sebelum Mas Aska memberi ijin. Kamipun terkejut dan segera menyudahi aktifitas kami. Ku dorong tubuhnya menjauh dariku dan aku segera mundur beberapa langkah dari tempat Mas Aska berdiri saat ini.
"Bersikaplah sewajarnya, jangan tegang, tetaplah di tempatmu, ada hal penting yang mau saya sampaikan sama kamu setelah ini." Lirihnya seraya membenarkan dasinya.
Dan tidak di sangka, ternyata sosok yang paling mengerikan di kalangan perawat lah yang datang, dia adalah kepala perawat kami, Suster Indah yang terkenal judes dan jahat, saat ini dia berdiri di sampingku dan memberikan lirikan mautnya padaku, mungkin dia sudah mendengar masalahku dari teman sejawat ku. Karena tadi suster Indah tidak hadir dalam penyambutan.
"Pagi suster," Sapaku ramah.
__ADS_1
Dia melengos dan tak mau menjawab sapahanku, namun justru memberikan senyuman yang paling manis pada suamiku dan menyapanya. Senyuman yang jarang sekali terlihat selama aku bekerja di Rumah sakit ini. "Selamat pagi Pak" sapanya pada suamiku dengan lembutnya, dari yang ku dengar, suster Indah itu memang pernah menikah, tapi gagal. Melihat sifatnya yang sangat manis terhadap Mas Aska, apa mungkin dia sedang ingin berusaha dan menggoda suamiku? Menggoda seorang suami di depan istrinya sendiri.
"Pagi, Ada yang bisa saya bantu suster Indah?" Tanya Mas Aska lalu duduk di kursinya.
"Maaf Pak saya baru dengar dari anak- anak bahwa Anak buah saya, Debby, telah mendapat kompalin dari pasien? Apa itu benar?" Tanyanya seraya melirik ke arahku, lirikan yang membahayakan bagi kalangan kami. Selama ini aku dan teman- temanku memang lebih memilih untuk mematuhi dan berada di zona aman dengan menghindari kontak dengan suster Indah, dan hari ini usahaku untuk tidak mencari masalah dengannya itu semua telah gagal, ya..gagal karena ulah suamiku sendiri.
"Apa yang kamu lakukan Debby? Apa kamu sudah tidak betah kerja disini?" Tanyanya dengan kasar. Saat ini dia berdiri di hadapanku sambil memelototi ku dengan wajah merah padam.
"Nggak bermaksud apa? Kalau pengaduan sudah sampai ke Bapak Direktur sendiri, berarti apa yang sudah kamu lakukan itu sudah fatal, Apa yang sudah kamu lakukan Debby?!" Jelasnya dengan nada tinggi, rahangnya pun mengeras, sepertinya dia sudah sangat marah dan jengkel padaku.
"Saya..."
__ADS_1
"Sudah, sudah suster Indah, Masalah Debby biar menjadi tanggung jawab saya. Lagi pula kan saya yang mendapat pengaduan, sekarang suster Indah bisa kembali." Putus Mas Aska menengahi perdebatan kami.
"Tapi apa tidak merepotkan Bapak, waktu bapak terlalu berharga kalau hanya mengurusi masalah yang dibuat oleh Debby yang cuma seorang perawat biasa. Kalau bapak mau, biar saya saja yang memberinya pelajaran." Sindirnya, aku hanya bisa menundukkan kepalaku dan menghela nafas pasrah.
"O tidak perlu suster, biar saya saja. Sekarang Suter bisa kembali bekerja." Perintahnya lagi.
"Baiklah Pak kalau gitu saya permisi. Bapak bisa panggil saya kalau sewaktu- waktu membutuhkan sesuatu, terutama masalah Debby." Jelasnya masih melirikku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..