Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Cin-cin


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 83


Ku pesan taksi online, dan segera bergegas menuju ke panti asuhan.


🌸🌸🌸


Bunda Mira terlihat sedang menyiram tanaman saat aku sampai disana.


"Assalamualaikum Bunda." Sapaku.


"Waalaikumsalam... eh, Nak Teddy."


"Apa Debby ada Bun?"


"Debby sudah berangkat shift sore."


"Bagus lah kalau nggak ada, saya bisa bicara dengan Bunda?"


"Bisa... Mari masuk Nak..." Seru Bunda, aku mengikuti langkah Bunda masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ada apa dokter? Mau bicara apa?"


"Jangan panggil dokter Bun, panggil seperti tadi saja, Teddy." Pintaku, Bunda memang masih suka berubah- ubah dalam memanggilku, mungkin terkadang Bunda lupa bahwa aku dokter. Aku tak mau membuatnya bingung dan memutuskan untuk tidak memanggilku dokter, toh ini di luar pekerjaan.


"Saya sudah mendengar jawaban Bunda dari Mama saya. Saya benar- benar sangat berterimakasih pada Bunda karena suda mau menerima lamaran dari Teddy."


"Sama- sama Nak, Bunda cuma nggak mau lihat anak Bunda nangis- nangis lagi karena nak Teddy acuh kepadanya, Nak Teddy blokir nomornya, Nak Teddy menghilang begitu saja."


"Nangis? masak sih bun?" Tanyaku tak percaya. Bahagia bercampur malu saat aku mendengar perkataan Bunda. Bahagia karena berarti aku masih penting untuk Debby dan malu karena baru sadar berapa banyak yang ku lakukan untuk menyakiti Debby, hanya karena ke salah pahaman dan hanya karena cemburu ku terhadapnya.


"Bunda, tolong simpan ini untuk Debby. Saya nggak mau kalau saya kembali ke USA dan belum memberikan cincin ini pada keluarga Bunda, ini cincin tanda pengikat hubunganku dengan Debby." Ku letakkan kotak perhiasan yang berisi cincin pertunangan untuk Debby di atas Meja. Cincin yang ku beli secara dadakan sebelum aku kesini. Cincin seadanya karena membuang waktu jika harus pesan terlebih dahulu.


"Nanti saja Nak, kalau waktunya sudah tepat, nak Teddy berikan sendiri pada Debby." Kata Bunda mengembalikan cincin ke arahku.


🌸🌸🌸


Aku pergi ke rumah sakit setelah menemui Bunda, setelah ku dengar Debby, pamit pada Bunda untuk bermalam Minggu. Bagaimana bisa jam 9 baru pulang kerja masih mau nonton? Mau pulang jam berapa memangnya?


"Hai Teddy..." teriak Dokter Firman menghampiriku saat aku turun dari taksi Online.


"Dokter .... Apa kabar?" Tanyanya padaku.

__ADS_1


"Baik."


"Tambah oke aja kamu Ted "


"Biasa aja."


"Kenapa sewot gitu ."


"Dokter, kenapa Nggak bilang kalau Debby sudah cerai, Satu tahun yang lalu?"


"Lah kamu nggak tanya."


"Kenapa harus nunggu saya yang tanya dulu?"


"Nanti kalau saya bilang tanpa kamu tanya jawabnya apa hubungannya dengan saya." Jawabnya santai.


"Harusnya dokter kasih tau dong biar gimana pun juga kan saya berhak tau."


"Berhak tau? Maksudnya?"


"Ah .... Susah ngomong sama dokter." Putusku saat kulihat Debby berjalan keluar bersama teman - temannya dari ruang UGD dan sudah tidak memakai seragam. Pasti dia akan pergi nonton sekarang karena mereka terlihat masuk ke dalam taksi online yang sama.

__ADS_1


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


__ADS_2