
Aku bukan Rahim Cadangan
Part 242
Shift pun berakhir pukul 8 malam, ku lihat mas Aska dengan memakai jaket dan celana jeansnya sudah sudah bersandar di mobil, dan memainkan ponselnya di sana.
"Kamu sedang ingin menjemput ku atau ingin mengerjakan sesuatu?" tanyaku seraya menghampirinya.
"Saya sedang ingin menjemput istri saya."jawabnya seraya memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya.
"Oh... soo sweet sekli." ucap ku bergelayutan manja di lenganya. Rasa lelah ku karena pekerjaan pun lenyam saat melihat wajah tanpan dan segar di hadapan ku ini.
"Jangan seperti ini, dilihatin karyawan kamu tu!" ucapnya, aku menole dan segera melepaskan tangan ku dari pundaknya saat ku sadari banyak mata yang melihat ku, ku palingkan wajah ku cepat, rupanya saat ini aku yang kehilangan kendali. Sehingga mempermalukan diriku sendiri dengan bersikap seolah aku adalah bucin.
Secepatnya aku masuk ke dalam mobil sebelum rasa malu ku semakin besar dan membuat wajah ku berubah menjadi merah.
"Malam pak, bu baru pulang?"sapa security yang berada di gerbang rumah sakit, ketika mobil kmi melewati post.
"Iya pak malam, selamat bekerja ya, semangat, saya pulang dulu ya." sapa mas Aska seraya melajukan mobilnya perlahan.
Beberapa menit setelah perjalanan, lagi-lagi dia menghentikan mobilnya di sebuah hotel, membuat ku seketika menjadi terperanga "Kita mau ngapain ke sini?"
"Saya ingin suasana baru aja malam ini." jawabnya dengan santai.
"Kan bisa setelah resepsi nanti." jawaban yang benar-benar konyol lagi-lagi keluar dari mulut ku.
Dia terlihat terkekeh "saya suka ternyata kamu peka dengan apa maksud saya."
Kami pun turun, kali ini bukan cafe lagi melainkan menuju ke resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang akan kami tempati.
"Ayo sayang kita masuk." katanya seraya mengandeng tangan ku "oh.. Iya" jawabku dengan senyum yang sedikit aku paksakan. Karena sejujurnya saat ini aku benar-benar sangat lapar sekali.
Kami pun berjalan menyusuri koridor hotel, teringat saat pertama kali kami bertemu setelah acara pernikahan mbak Lidia waktu itu. Di sini, di hotel pertama kalinya kami mengucapkan kata rindu sebagai pasangan suami istri.
KRukk.. Langkah kami pun terhenti saat perut ku tak dapat diajak komromi lagi mulai bereaksi.
"Ya saya lupa kalau istri saya ini sangat doyan makan." candanya.
__ADS_1
"Bukan gitu mas, tapi memang aku belum sama sekali makan, terakhir nasi kotak dari kamu tadi siang, dan sekarang udah jam 8 malam jadi wajar kan lapar." sanggah ku.
Iya terkekeh melihat pembelaan ku.
"Oh ya saya bahkan belom makan sejak sarapan tadi pagi." jawabnya, aku tersenyum malu, aku melupakan bahwa dia hanya membeli satu kotak makan tadi siang karena rasa laparnya telah hilang karena melihat pesan yang masuk di handpone ku.
"Ya udah kita ke bawa aja yuk, makan dulu." serunya.
"Emang nggak ada makan malam sepecial seperti makan malam waktu dulu?" Tanya ku tiba-tiba tanpa basa basi.
"Kalau di ulang lagi kan ngak special namanya, udah lah ayo kita makan aja di bawa." Katanya lagi.
Kami pun akhirnya kembali lagi menuju ke lantai bawah.
Sebuah lestoran yang juga adalah bagian dari hotel ini pun kami masuki, tempatnya cukup besar dan mewah, kami duduk di meja paling belakang. Sebuah lagu romantis dinyanyikan dengan sangat begitu indah oleh penyanyi yang terdiri dari beberapa laki-laki, dengan satu orang vokalis yang terlihat masih muda dan tanpan.
Pelayan pun memberikan sebuah buku menu pada kami. Mas Aska memilih menunya dengan sangat cepat, yang menjadi pilihanya adalah spageti dan beberapa makanan ringan, lalu ia kembali menikmati hiburan musik. Entah apa yang membuatnya sangat begitu tertarik dengan hiburan yang ada di depan saat ini.
Sementara aku? Aku menyesuaikan lidah indonesia, ayam goreng balado beserta nasi putih dan sedikit camilan kentang goreng menjadi pilihan ku, karena bagi ku belum lah makan jika tanpa adanya nasi, itulah diri ku.
"Kamu nyanyi mas?" selaku, menggodanya.
"Hah, ada apa?" jawabnya kaget.
"Baru tau aku, jika dokter bisa melo dan nyanyi juga ternyata." canda ku kemudian
"Kamu bisa aja, nggak kok, itu sepertinya saya mengenali orang yang ada di panggung itu, tapi saya sepertinya sedikit lupa. Ayo makan, keburu dingin nanti." jawabnya mengalihkan perhatian pada makanan yang beberapa menit sudah disajikan namun di angguri.
Kami pun segera menyantap menu makan malam kami, karena cacing-cacing yang ada diperut ku sudah meronta-ronta minta di isi.
"Hallo pak dokter, apa kabar pak Dokter!"
Panggil seorang laki-laki yang menghampiri mas Aska dan menepuk pundaknya. Kalau tidak salah dia yang ada di panggung. Sangat mengejutkan kami.
Mas Aska menoleh dan sepertinya sedang berfikir sesuatu.
"Lupa? Sony." sambungnya lagi.
__ADS_1
"Oh Soni yang suka main band itu? Apa kabarnya kamu?" kata mas Aska seraya beranjak dari tempat duduknya dan mengulurkan tanganya ke lelaki itu.
"Ya kayak ginilah, masih oke kan Ted, kapan kamu balik ke Indonesia?"
"Beberapa hari yang lalu, hebat ya kamu sekarang sudah jadi penyanyi sungguhan."
"Hahaha.. Masih hebatan kamu lah, uda Jadi Dokter ternama, lulusan USA pula." ucapnya, pandanganya pun kini beralih pada ku, ku tundukan kepala ku.
"Cewe baru kamu Ted? Anak mana lagi?" Bisiknya yang masih bisa ku dengar. Dan lagi kata-kata yang dapat menarik perhatianku.
"Hus... Dia istri saya." jelas mas Aska kemudian
"Oalah... Udah nikah kamu Ted? Hebat." katanya
"Ikut manggung yuk."
"Nggak ah.. Udah kalian aja saya udah lupa."
"Ah..kamu jangan merendah gini Ted."
"Pergilah, saya benar-benar sudah lupa." tolaknya, apa itu berarti dulu dia suka bernyanyi pula? Mungkinkah itu? Tentu tidak.
"Ok lah saya pergi naik ke atas dulu ya." pamitnya
Dengan senyum sumbring, dia kembali duduk di samping ku. "Itu teman SMA saya." ucapnya.
"Siapa yang tanya?" jawab ku
"Ha? Oh." jawabnya seraya kembali menikmati musik yang sudah kembali mulai dimainkan.
Aneh,itu yang ada di fikiran ku saat ini, bagai mana mungkin seorang yang mempunyai sifat kaku sepertinya bisa menyukai musik.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1