Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Gr


__ADS_3

Aku bukan rahim Cadangan


Part 138


Dia tersenyum "Kalau seperti ini saya jadi ingat waktu kamu nguap tanpa sopan santun sambil meregangkan otot di depan ruangan UGD, pagi itu." Katanya menyindirku.


"Hah?" Ku hentikan aktifitas ku, "Jangan mengingat hal yang nggak bagus gitu dong mas, Aku dobel shift waktu itu. Bisa bayangkan rasanya seperti apakan." Jawabku.


"Bagus kok, Saya suka, wajah kamu justru lebih imut saat bangun tidur. Makanya waktu itu saya deketin wajah kamu. Untung aja nggak kebabalasan." Terangnya yang membuatku semakin tersipu malu. Aku tak menyangka bahwa orang yang begitu dingin saat berada di Rumah Sakit, berubah drastis begitu hangat saat di luar.


"Udah, jangan menggombali aku. Aku sudah lapar ni."


Dia pun membawaku masuk kedalam warung kecil di pinggir jalan itu dan duduk di meja yang ada di paling ujung.


"Mau pesan apa mbak, Mas?" Tanya pelayan warung itu, lalu menyodorkan daftar menu. Ku ambil dan ku buka.


Ku lihat menu yang tersedia lumayan banyak. "Mau makan apa Sayang?" Tanyanya mesra. Ku senggol kakinya.

__ADS_1


"Bubur ayam mbak satu."


"Minumnya?"


"Teh hangat aja." Jawabku singkat.


"Kalau Mas nya apa?"


"Teh hangat aja, sama roti bakar."


"Makan lah nasi." Perintahku, aku tau dia terbiasa dengan roti, tapi setelah perjalanan yang cukup jauh, kurasa akan lebih membutuhkan banyak energi.


"Tunggu sebentar saya ambil pesanannya." Pamit pelayan itu kalau pergi membuat pesanan kami.


"Jangan berlebihan gitu dong mas, semua juga belum tau kalau kita uda nikah." Keluhku.


"Ya biar lah Deb, lagian emang kamu mau kalau suamimu dimakan sama orang tadi?"

__ADS_1


"Dimakan? Kamu ngapain sampe mau dimakan?" Tanyaku serius,


"Saya nggak ngapa- ngapain, kesalahan saya cuma satu, karena saya terlalu tampan. Masak kamu nggak lihat sih Deb, tadi dia curi- curi pandang sama saya. Dasar, istri kurang perhatian sama suami."


"Hah? GR banget kamu mas." Kataku menertawakannya.


Pesanan kami pun datang, kami segera menyantap makanan yang kami pesan.


🌸🌸🌸


Kami segera melepas sepatu dan jaket setelah sampai di area pantai, tak lupa masker ku simpan dalam sakuku. Hamparan laut dan pasir menyambut kami. Sungguh sangat indah pemandanganya. Seingatku, terakhir aku ke tempat ini adalah saat aku kuliah. Ku bentangkan tanganku dan kupejamkan mataku. Menikmati hembusan angin pantai yang menyapu tubuh dan wajahku.


Tiba- tiba tangan kokoh melingkar di pinggangku, memelukku dari belakang ,"I Love You Sayang" bisiknya tepat di telingaku, hembusan napasnya terasa begitu hangat. "Apa kau suka?" Tanyanya meletakkan dagunya di pundakku. Kubuka perlahan mataku dan berbalik membalas pelukannya "I Love You too. Aku sangat-sangat suka" Cup, kuberikan kecupan singkat di pipi mulus tanpa jerawat dan noda itu, sebagai tanda terima kasihku. Dia terkekeh "Nakal juga kamu" ucapnya mencubit lembut hidungku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2