
Part 60
"Lihat jamnya udah mepet sekali dok, saya juga udah pesen taksi tadi. Sepertinya itu taksinya, ada disana." Kata Debby yang menunjuk ke arah depan minimarket yang ada di apartemen ini. Terlintas rasa kecewa saat melihat Debby yang begitu semangat ingin mengantar kepergianku, sepertinya ia tampak sangat menginginkan kepergian ku. Ku ikuti langkah Debby menuju taksi yang sudah ia pesan dengan langkah beratku.
"Ke bandara pak!" Perintah Debby mantap. Supirpun Segera mengarahkan mobil ke arah bandara.
Di tengah perjalanan, kami tak banyak bicara. Sepertinya Debby juga sedang memikirkan sesuatu entah apa yang sedang difikirkanya itu. Ku lirik Debby, dia masih termenung melihat ke luar jendela.
"Sepertinya kamu seneng banget ya saya balik ke USA?" Tanyaku pada Debby tiba-tiba yang mencairkan suasana.
"Hah? Bukan begitu dok, saya cuma nggak mau aja dokter telat kebandara. Kan sayang tiketnya Mahal dok." Jawabnya, Lagi- lagi uang yang ada dibenak Debby.
"Bohong... Kamu pasti seneng karena bisa hidup bebas kan setelah ini, iya kan?"
"Dokter bisa aja... Nggak gitu kok dok."
"Terus kamu mikirin apa? Dari tadi saya lihat diem aja? Biasanya kamu cerewet." Tanyaku yang tak biasa dengan sifat Debby saat ini.
"Gimana kalau kejadian tadi sampai ke telinga direktur dan berujung pemecatan dok? Bukannya Tante Widia itu menantu Profesor ?" Celetuknya, ternyata Debby memikirkan tentang pekerjaan, tidak ada salahnya memang. Jujur harapanku sebelumnya adalah Debby bersedih kerena kepergianku.
__ADS_1
"Apa bisa masalah pribadi dihubungkan dengan pekerjaan, ketakutan kamu terlalu berlebihan Debby. Kalau secara logika juga, Saya lajang, dan kamu juga lajang. Apa masalahnya dengan pekerjaan."
"Tapi..."
"Udah... Jangan takut, saya pastikan kamu akan tetap bekerja di Adijaya Debby. Percaya sama saya." Kataku, hanya itu yang bisa ku katakan untuk menenangkan Debby saat ini.
Hening
"O ya dok, mana nomor rekening dokter?"
" Untuk apa?"
"Saya nggak hafal, lagian buat apa lagi tanya rekening? Kamu bukan istri saya." Jawabku.
"Aku mau bayar hutang-hutang ku dok," jawabnya, ku buang napas kasar.
"Udah, cari uang dulu aja yang banyak, bayar nya nanti kalau saat saya balik ke indonesia." Jawabku ia tampak terlihat merasa bingung denga perkataan ku.
"Emang dokter mau kembali lagi?"
__ADS_1
"Emang kenapa? apakah ada yang salah jika saya kembali keindonesia? Saya kan bisa saja liburan di Jakarta."
"Oh... Eh dok kita udah sampe di Bandara."
Kami pun segera turun dan segera menuju pintu masuk Bandara. Saat kami berada di depan pintu masuk, tiba- tiba beberapa orang bertubuh besar tinggi dengan mengenakan seragam polisi berjalan ke arah kami.
"Sudah Deb, kamu nggak perlu takut gitu" kataku yang mencoba menenangkan Debby yang tampak terlihat ketakutan saat kami di datangi beberapa polisi tersebut.
"Selamat siang benar ini Dengan Dokter Teddy ?"
"iya dengan saya sendiri."
"Dokter bisa ikut kami ke kantor polisi untuk diperiksa?"
"Ada masalah apa ya?"
"Kami mendapat laporan dari seseorang jika dokter telah melakukan tindakan medis tanpa adanya surat ijin praktek." Jelas petugas kepolisian itu padaku. akhirnya, apa yang aku takut dan khawatirkan selama ini terjadi.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π