
Aku bukan rahim cadangan
Part 223
"Kevin, jelas-jelas ini sangat bermasalah, kenapa kamu masih saja tidak merasa bersalah?" Sentak papa
''Ada solusi yang mungkin akan menguntungkan kalian." selah ku
"Pak, bagaimana dia bisa memberi solusi sedangkan latar belakang pendidikanya saja sangat jauh dari bidang ini? Dia ini dokter pak, tidak seharusnya dia ada di sini, seharusnya dia ada di rumah sakit bergelut dengan penyakit-penyakit dan firus-firus." ejeknya tiba-tiba
"Kevin, apakah apa yang sudah kamu lakukan dengan merugikan para pemegang saham itu bisa menunjukan bahwa kehebatan latar belakang mu pendidikan berpengaruh pada kesuksesan proyek mu? Setidaknya dokter lebih berotak dari pada kamu Kevin." sindir ku
"Kurang ajar!"
__ADS_1
Kevin memukul meja dengan kasar, membuat semua peserta yang hadir menatap ke arah kami berdua dengan bergantian.
"Diam kamu Kevin, hentikan atau keluar jangan pernah mengikuti rapat ini lagi." putus papa, Kevin pun terlihat sangat kesal dengan keputusan papa namun tetap menuruti perintah papa dan kembali ke tempat duduknya.
"Teddy, silakan sampaikan pendapat mu." perintah papa, ku anggukan kepala ku perlahan dan melanjutkan pendapat ku yang tertunda.
"Jadi, dana yang sudah masuk ke Atmajaya group, maksud saya masuk ke proyek gagal pak Kevin, kami tidak akan mengembalikanya melainkan akan kami alokasikan untuk proyek andalan yang lebih menjanjikan." jelas ku.
"Pak Dias, bisa diberikan laporanya pada para pemegang saham."
"Intinya, kami mendapatkan reputasi kami dan kalian tetap mendapat keuntungan, simbiosis sempurna bukan?" Sambung ku.
Rapat pun selesai dengan hasil sesuai dengan rencana ku, mereka semua menyetujui gagasan ku, ya aku tau dalam dunia bisnis keuntungan lah yang paling terpenting. Bahkan jika perlu mereka akan saling membunuh demi untuk mendapatkan keuntungan. Sangat jauh berbeda dengan dunia kedokteran yang justru kami harus mati-matian menyelamatkan nyawa pasien.
__ADS_1
"Pemikiran yang bagus, papa senang dengan cara Fikirmu yang tidak berbelit-belit dan tepat sasaran, setidaknya repotasi Atmajaya group yang nyaris saja jatuh hancur bisa terselamatkan." ucap papa seraya melirik ke arah Kevin, aku tau papa sedang berusaha untuk menyindir Kevin saat ini, saat ini di dalam ruangan Rapat hanya ada aku, papa, Kevin, dan pak Dias saja yang tersisa.
"Tetap saja kita harus mengembalikan dana mereka yang telah masuk, apa hebatnya seperti itu!" ucap Kevin yang tak mau kalah
"Lalu, dimana dana yang telah kamu terima Kevin? Benar-benar tidak tau malu
kamu! Kamu itu sudah salah tapi kenapa masih saja percaya diri begitu!" ucap Papa
"Belajarlah dari adik mu dalam menyelesaikan masalah! Papa tinggal dulu ya Ted, sekali lagi terima kasih atas bantuan mu." sambung kemudian meninggalkan kami.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..