
Aku bukan Rahim cadangan
Part 218
"Ya udah kalo gitu ayo cepetan, masuk.'' seru mbak Lidia
"O__ke deh saya masuk ya." jawab ku
Tok...tok...tok.. Ku ketuk pintu lalu ku buka dengan perlahan.
"Selamat siang, Bapak!" sapa ku sambil tersenyum manis, ku lihat suami ku sudah berdiri menunggu kami, bersandar di depan meja kebesaranya seraya menyilangkan tanganya.
"Siang!" ketusnya, ku hela nafas panjang, aku bergeming didepan pintu, ku lihat wajah menakutkan sekaligus mengerikan sedang berdiri tegak di depan ku. Jika bisa aku katakan posisi ku saat ini mundur harimau betina mmenyambut ku dan maju singa jantan yang sedang kelaparan siap menerkam ku. Duh hal yang sama- sama sulit bagi ku.
"Kenapa kok kalian bengong di situ, kalian bukan anak SD yang takut saat di hukum kan?" tanyanya kemudian
"Sayang..."
"Nggak usah panggi-panggil sayang, ini rumah sakit, disini saya atasan dan kamu karyawan." ketusnya lagi
__ADS_1
Deg...
"Bukankah itu adalah kata-kata ku." Gumam ku. Akhirnya senjata makan tian, apa yang menjadi kata pemungkas ku dilontarkan kembali dengan begitu mantab oleh suami ku.
"Nah, Deb, ternyata kamu nggak ada powernya terus gimana mau menyelamatkan kita-kita?" Bisik Sinta.
"Diam lah kamu Sin, kamu membuat otaku susah untuk mencari ide." Lirih ku
"Nggak usah berbisik-bisik, duduk!" serunya yang menghampiri kami.
Kami pun masuk lalu duduk disofa dan mas Aska menarik kursi lalu duduk didepan kami menyilangkan kaki lalu menatap kami satu per satu. Ruangan ini sangat terasa mencekam kan pada saat ini.
"Siapa yang suruh kamu ngomong? Emangnya saya sudah bertanya sama kamu?" ketusnya lagi, dendam itu yang kurasakan saat ini. Aku berharap waktu akan berjalan lebih cepat sehingga bisa pulang dan membuat perhitungan terhadapnya.
"kalian tau kenapa kalian berada di sini?" tanyanya
Hening..
Suara isakan mulai terdengar, ku lirik ketiga teman ku yang saat ini tertunduk lesu. Dan ternyata isakan itu keluar dari mbak Lidia
__ADS_1
"Bapak... Maafkan saya pak, saya benar-benar tidak sengaja melakukanya tadi, saya nggak tau jika Debby adalah istri bapak. Soalnya Debby nggak pernah bercerita pada kami." ucap mbak Lidia
"Bukanya tadi lebih baik keluar dari Atmajaya Hospital dari pada mempunyai atasan yang seperti saya?."
"Pak, itu karena saya tidak tau duduk permasalahanya." jawab mbak Lidia
"Iya pak, mbak Lidia nggak tau jadi nggak salah kan?" sambung ku
"Sejak kapan kamu pandai menyela?"
"Suster Lidia,Sinta dan kamu Alex. Kalian tau peraturan rumah sakit yang berbunyi dilarang buat kegaduhan, karena itu dapat menganggu ketenangan pasien?"
"Iya pak, kita tau dan kita benar-benar khilaf." jawab Alex.
"Apa yang kalian lakukan tadi benar-benar sudah membuat repotasi rumah sakit menjadi sangat buruk, lebih-lebih kalian adalah karyawan, tenaga medis pula. Dan saya, saya yang mengelolanya. Komplit sudah bukan? Apa kalian tidak bisa bersikap lebih dewasa? Menyelesaikan masalah tanpa emosi? Carilah tempat yang lebih tertutup, berfikir sebelum bertindak." jelasnya panjang lebar.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..