
Aku bukan Rahim cadangan
Part 150
"Disini sedang musim dingin, pakailah mantel ini." Kuberikan mantel padanya dan dia menerimanya lalu segera memakainya.
"Bisa?" Tanyaku memastikan.
"Bisa dok." Jawabnya, lalu ku pakaikan syal yang ku bawa untuknya sebagai pelengkap.
"Punya saya mana Ted?" Teriak dokter Firman membuyarkan lamunanku yang sedang asik menikmati wajah cantik istriku.
Ku hela napas panjang lalu berbalik ke arah dokter Firman "Saya lupa, nggak bawa. Kita pulang! Di apartemen ada banyak." Jawabku malas.
"Teganya kamu Teddy, untuk Debby aja nggak lupa." Keluhnya.
"Dokter kan laki- laki, Debby perempuan."
"Ya tetep aja saya ini nggak tahan kalau dinginya sampai seperti ini."
"Ya udah, buruan masuk mobil" Seruku, ku bawa koper Debby bersamaku dan dia mengekori ku.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Ku buka pintu mobil untuk Debby, lalu masuk dan duduk di depan kemudi.
Di tengah perjalanan kami menuju Apartemen, "Kamu masih pusing Deb?" Tanya dokter Firman pada Debby yang memilih duduk di bangku belakang.
"Sudah mendingan dokter."
"Debby kenapa?" Tanyaku yang memastikan.
"Debby mabok tadi pas udah mau sampe, tapi sedikit." Jelas Dokter Firman membuatku sedikit khawatir pada Debby.
"Iya Deb? Kamu muntah tadi?" Tanyaku dengan panik.
"Ya... Ya begitu memang Deb kalau baru pertama kali naik pesawat, kalau sudah sering akan terbiasa." Jawabku menghapus kepanikan yang sempat tergambar di wajahku.
"Iya Debby, kamu lihat Ted tangan saya sampe lecet gini dicengkeram Debby, gara- gara ketakutan pas lepas landas." Ucap dokter Firman seraya menunjukkan punggung tangannya dengan luka berbentuk kuku.
"Apa?" Sentakku karena itu artinya Debby pengang- pegangan tangan sama dokter Firman dong.
"Debby!" Sentakku. Debby mengacungkan kedua tangannya tanda ingin berdamai.
__ADS_1
"Sudah- sudah, saya nggak papa, cuma lecet dikit aja. Bentar juga kering. Kamu nggak usah marahi Debby Karena saya." Ucap dokter Firman yang tak tau apa maksudku. Dia terlalu percaya diri dengan berpikir bahwa aku mengkhawatirkannya.
πΈπΈπΈ
Sesampainya di Apartemen ku, aku segera menyuruh Meraka masuk ke gedung apartemen Karena salju turun lebih lebat dari yang ku duga.
"Debby, dokter, ayo masuk lah, biar saya yang urus barang- barang kalian." Perintahku, ku berikan kunci apartemen pada dokter Firman yang sudah tau persis letak Apartemenku, Karena memang sudah pernah berkunjung beberapa kali sebelumnya.
"Ayo Deb, ikut saya, Kamu bisa beku kalau diluar terus." Ajak Dokter Firman seraya masuk ke dalam gedung.
"Kamu, beneran nggak papa?Dingin Lo Mas." Tanya Debby dengan suara bergetar menahan dingin.
"Iya, saya sudah biasa, masuk." Perintahku.
"Ya sudah, hati- hati." Pesan Debby lalu meninggalkan ku dan mengekori dokter Firman masuk ke dalam gedung.
Aku segera memarkir mobilku dan membawa barang- barang mereka masuk ke dalam apartemen. Ku buka pintu apartemen yang tidak dikunci.
Ku lihat dokter Firman dan Debby duduk di sofa, sesekali mengusap tangan dan meniupnya untuk mengurangi rasa dingin.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..