Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Menghantui fikiran


__ADS_3

Aku Bukan rahim Cadangan


Part 227


"Nggak ada." bisiknya


"Terus? kenapa saya nggak boleh deket sama kamu? Dan kenapa kamu hanya terlihat santai nggak boleh deket-deket? Kamu yang suruh Aldo untuk berakting? Biar saya ngak deketin kamu gitu?" tanya ku


"Nggak gitu mas, kenapa jadi menuduh ku?"


"Bisa aja karena kamu marah tadi siang kan? Udah dong sayang jangan menyiksa suami mu terus dong." Rengek ku seraya meraih pinggang Debby dan membawanya bersama ku.


"Apa yang kamu lakukan mas? Ada anak kecil tau." protesnya


"Aldo lagi sibuk nonton tv tu. Mengaku lah jika kamu sudah mencuci otaknya kan, bukanya dulu dia sangat begitu ngefens sama saya, kenapa sekarang malah jadi benci?"


"Ngaco kamu mas-mas, nanti lah aku jelasin kalau Aldonya sudah tidur."


"Maaf saya mengganggu." tiba-tiba perawat datang dengan membawa infus pengganti, sontak Debby segera mendorong tubuh ku keras, untung tidak terjatuh di depan suster ini, kalau sampai jatuh bisa jatuh juga harga diri ku.


"Kenapa nggak ketuk pintu dulu." tanya ku

__ADS_1


"Maaf pak." jawabnya


"Ya sudah, buruan diganti tu udah mau habis." seruh ku lalu beranjak duduk disofa, sedangkan Debby kembali kepada Aldo.


Ku ambil nafas dalam-dalam lalu ku buang kasar. Aku masih penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Suster sakit? Kenapa gemetaran gini? Kalau sakit sini biar saya aja yang gantiin. Dari pada patah nanti jarumnya." samar-samar ku dengar pembicaraan Debby dengan suster itu.


"Hah? Jangan bu jangan." tolaknya


"Lah kenapa jadi nangis?"


"Ini mas, susternya nangis."


"kenapa, apa suster sakit?" tanya ku, mendekatinya. Bukanya meredah tangisnya malah semakin pecah.


"Jangan pecat saya pak, saya nggak tau kenapa memasang infus ini sangat begitu sulit saya lakukan, tapi ditempat lain saya melakukanya dengan baik pak. Beneran" katanya di tengah isak tangisnya


Debby mendekati ku, lalu mengamati wajah ku, "kenapa? Jangan seperti itu."


"Ketampanan mu terlihat sangat menyeramkan untuk para karyawan mu, ubah lah sifat buruk mu, supaya karyawan mu tidak ketakutan seperti melihat hantu saat melihat mu mas." bisik Debby

__ADS_1


"Jangan ngawur kamu Deb."


"Ehmmm.. Mbak, biar saya yang gantiin ya. Takut darahnya keburu naik kalau nggak cepet di ganti." kata Debby seraya mengambil infus dari tangan perawat yang ku rasa aneh itu lalu memasangnya.


Usai semua selesai dan Aldo tertidur. Debby pun menghampiri ku yang sejak tadi hanya duduk disofa dengan sejuta tanya.


"Duduklah." seru ku sambil menepuk sisi di sebelah ku.


"Kenapa baru datang?" tanyanya


"Saya sedang sibuk tadi, maaf kalau menunggu terlalu lama. Pasti capek ya mengurus Aldo seharian."


Dia mengangguk, ku bawa dia ke pelukan ku. "Debby berhati-hatilah saat saya tidak berada di samping mu. Saya nggak mau terjadi sesuatu lagi sama kamu."


Perkataan Kevin tadi siang terus saja menghantui fikiran ku. Apa yang akan dia perbuat pada Debby setelah ini? Yang pasti aku tidak ingin kehilangan Debby.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2