Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Menyesal


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 168


Tak ada lagi rasa cemburu, yang tersisa hanya ada rasa penyesalan karena sudah membuat hancur rumah tanggaku sendiri, semua berawal dari ku. Aku menghancurkan suamiku sendiri dan menghancurkan Debby, gadis yang selama ini begitu aku sayangi.


Segala cara ku lakukan untuk meluluhkan hati Debby, namun sepertinya sakit hatinya sudah mendarah daging.


"Linda, bersabarlah, apa yang yang dilakukan Doni, jangan kamu masukkan ke dalam hati ya." Ucapan yang selalu Mama mertuaku berikan padaku untuk menenangkanku. Tak hanya pada mas Doni aku merasa bersalah, tapi pada kedua mertuaku juga. Mereka sangat begitu menyayangi Debby meski belum pernah tinggal bersama. Sempat, mereka mendiamkan aku dan Mas Doni saat mereka mengetahui perbuatan kami. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, mereka mau memaafkan kami.


"Maafkan Linda Ma, hanya karena diliputi rasa cemburu dan keegoisan Linda, Linda membuat rumah ini seolah mati." Ku usap air mataku yang tak sengaja jatuh dari tempatnya. Ya, rumah yang dulu penuh dengan rasa cinta kasih sekarang terlihat usang bagai tak berpenghuni, bagai bunga yang tak disirami, kering, layu, dan akhirnya mati. Begitulah rumah kami saat ini, hanya menunggu kematian, demikian juga rumah tanggaku.


"Linda, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tapi dengan bersikap seperti ini tidak akan bisa mengembalikan semuanya, tidak akan bisa mengembalikan Debby. Kita tidak akan pernah bisa mengulang/memutar waktu, Berdoa saja lah Linda, semoga akan ada keajaiban yang membuat Debby mau kembali pada kita."


"Tapi kesalahan Linda sudah sangat fatal Ma, bahkan Linda tidak pernah bisa tidur dengan tenang, Linda sendiri juga tidak tau kenapa Linda sejahat itu pada Debby dulu." Rasa bersalah ini begitu menyiksaku, sesak kini hanya bisa ku rasaka dalam dadaku. Penyesalan terasa disetiap hembusan nafasku.

__ADS_1


"Sabar Linda, kapan- kapan kita coba lagi temui Debby." Putus Papa, mempunyai mertua seperti mereka adalah anugerah terindah bagiku, tapi aku justru mengecewakan mereka.


POV Debby


"Bunda, aku pergi ke bandara dulu, mau jemput Mas Aska." Teriakku seraya memakai sepatu, ya hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Suamiku pulang ke tanah air dan akan menetap di Jakarta.


"Naik motor Deb?" Tanya Bunda yang keluar dari dapur.


"Nggak, naik taksi, barangnya pasti sangat banyak, kan Mas Aska pulang ke Indonesia untuk selamanya." Jawabku yang masih sibuk dengan sepatuku.


"Ya, ya Dokter Teddy."


"Kenapa panggil suami sendiri dokter?"


"Mas Teddy..." Putusku lembut.

__ADS_1


"Itu mending, Bunda nggak bingung kalau itu."


"Mungkin Debby nggak akan pulang malam ini Bun, dia pasti akan menawanku." Kataku merapikan pasmina yang menjuntai panjang.


"Assalamualaikum Bunda" pamitku ku cium pipi Bunda dan ku kecup punggung tangannya.


"Waalaikumsalam."


Aku bergegas keluar karena taksi yang ku pesan sudah menunggu didepan panti.


Langkahku terhenti saat ku lihat seseorang yang sangat ku benci berdiri lagi di depanku, Mas Doni, penampilannya sangat jauh berbeda dari saat masih menjadi suamiku dulu, jika dulu dia terlihat rapi dan tampan, bersih dan menawan, sekarang dia terlihat lebih kurus, rambut sedikit panjang dan sedikit berjenggot berantakan.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2