Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Dimarahi Mama


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 148


"O ya?"


"Iya, malah aku perhatikan, pacarnya udah pake cincin tunangan. Mana peluk- pelukan di pantai. MEMALUKAN deh pokonya. Apa di luar negeri biasa kayak gitu kali ya?"


"Cincin? O ya? Ya biarin aja, apa hubungannya denganku?" Ku sembunyikan tanganku dan ku lepas cincin pemberian suamiku lalu ku simpan ke dalam tasku.


"Debby, dipanggil ke Ruangan dokter Firman. Sekarang!" Kata staf Rumah Sakit padaku. "lah Sin, kenapa ya?perasaan aku nggak buat salah apa-apa." Tanyaku bingung, karena setiap ada panggilan dari dokter Firman pastilah ada hal yang penting.


"Udah, pergi aja, siapa tau di suruh jemput dokter dari luar negeri lagi, terus dapat bonus lagi deh." Kata Sinta.


Aku bergegas ke Ruangan Dokter Firman Tok... Tok... Tok ku ketuk pintu ruangan kerja dokter Firman, seperti ya dia sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya membuatku semakin dag Dig dug.


"Pagi dokter." Sapaku, seraya masuk ke ruangan dokter Firman.

__ADS_1


"Duduk Deb." Serunya. Ku lihat Mbak Desi sudah berdiri di sebelah dokter Firman.


"Ada apa dokter pagi- pagi manggil saya?"


"Debbh, Kamu siapkan diri kamu, kamu ikut saya seminar ke USA bulan depan ya."


"Hah? S_saya? Kenapa harus saya? Saya kan bukan dokter?" Jawabku dengan gelagapan.


"Saya kurang tau, Profesor yang menunjuk kamu untuk menemani saya."


"Kan ada mbak Desi dok." Tolakku.


"Mbak Desi hamil?" Tanyaku pada Mbak Desi.


"Iya Debby cantik." Jawabnya seraya tersenyum manis padaku.


"Oh, ya saya pikirkan dulu dok."

__ADS_1


"Pikirkan gimana Deb? Profesor sendiri yang mendaftarkan. Ini perintah Profesor, kalau kamu tolak, kamu bisa menghadap ke Pak Direktur sendiri, tapi saat ini beliau sedang sakit, tidak bisa diganggu dulu." Terang Dokter Firman.


Bukan tanpa sebab aku ingin menolak tugas itu, aku hanya merasa kalau ini tidak masuk dalam logika ku.


Dua Minggu Kemudian


POV Teddy


Dua minggu yang lalu, setelah aku meninggalkan Jakarta. Aku mendapat kabar yang begitu mengejutkan dari Mama soal Debby dan mantan mertuanya, yang bersih keras ingin menjadikan Debby sebagai menantunya lagi. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata mantan mertua Debby adalah teman Mama dan rekan bisnis Papa. Aku marah begitu mendengar itu semua. Dan Mama, lebih marah lagi padaku, menurutnya itu semua terjadi karena sifat keras kepalaku yang tetap memilih untuk berada diUSA, sehingga membuat Debby menanggung bebannya sendiri. Mama memarahiku habis- habisan.


Aku tak masalah, mungkin Mama tak mengerti bagaimana profesiku berjalan. Aku tak bisa begitu saja meninggalkan pasienku, dan mementingkan kehidupan pribadiku dibanding nyawa orang lain. Aku terikat oleh sumpah.


Mama juga bilang tentang bunga tanpa nama, Bunga yang sepertinya sudah dikirim beberapa kali untuk Debby dan terakhir Debby menolaknya. Aku berpikir apa bunga yang dimaksud oleh Mama, adalah bunga yang sama dengan yang dimaksud Bunda pada waktu aku menginap di panti? Dan Debby menutupinya dariku? Entahlah.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2