
Aku bukan rahim Cadangan
Part 173
Dia menghela nafas panjang, "kita ambil yang punya kamu aja lah Mas." Katanya mengembalikan pilihannya dan mengambil pilihanku.
Sampai di stand buah dan sayur, aku mulai memilih buah yang biasa ku beli. Buah sangat penting dan tak pernah ku tinggalkan. Tapi lagi- lagi Debby mencegahku saat aku mengambil buah yang biasa ku konsumsi.
"Gantilah menu buahmu, ini lebih sehat dan praktis." Katanya memberikan buah naga dan buah melon iris padaku. lalu mengembalikan pilihanku
"Jangan bicara tentang kesehatan dengan saya, kamu lupa saya siapa?" Kataku mengambil milikku lagi.
"Hei, kita belum punya pisau Buah, jadi lebih praktis kalau beli yang sudah dipotong-potong."
"Tinggal ambil pisau buah disana aja apa susahnya?" Kataku menunjuk ke tempat alat-alat rumah tangga.
Dia tampak kesal dengan tingkahku.
__ADS_1
"Ya ya ya ambil saja semua yang kamu mau. Aku tunggu di kasir." Katanya meninggalkanku.
"Kenapa Marah?" Tanyaku, dia tak menjawab dan tetap pergi meninggalkanku.
Melihat Debby marah aku segera menyelesaikan belanjaan ku dan mengikutinya.
"Sudah belanjanya?" Tanyanya saat aku menuju kasir.
"Sudah..." Jawabku.
"Iya, saya lagi pengen coba yang lain aja." Jawabku menutupi, tiba- tiba aku teringat hari ini merupakan tanggal yang sulit bagi karyawan- karyawan seperti mereka karena hari ini adalah tanggal mendekati gajian yang artinya gaji mereka pun sudah semakin menipis atau bahkan habis. Walaupun aku sudah mengirim uang setiap bulan, aku tak mau mengungkitnya, apa yang sudah ku berikan pada Debby tak seharusnya aku menanyakannya kembali. Karena itu sama saja aku tidak mempercayainya.
"Maaf, aku memakai uang pemberian darimu untuk menabung jangka panjang, dan baru bisa di ambil satu tahun lagi." Katanya dengan penuh rasa bersalah.
"Benar- benar Istri yang pandai menyimpan harta suami. Nggak usah gitu wajahnya itu uang kamu, kamu nggak perlu minta maaf." kataku terkekeh.
"Ya sudah, kita pulang ya." Ajakku merengkuhnya dan membawanya berjalan dalam dekapanku.
__ADS_1
Alhamdulillah sekarang kami sudah sampai di apartemen baru kami, tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman. Sebelumnya aku meminta bantuan Mama untuk mencarikan apartemen untuk kami, awalnya Mama menolak, ia ingin kami tinggal bersama mereka setelah Debby tau siapa orang tuaku, ya rencananya aku akan secepatnya memberi tahu Debby tentang siapa aku sebenarnya, Masalah tanggapan Debby akan ku urus nanti.
Aku pun menolak ajakan Mama untuk tinggal bersama. Berada dalam satu atap dengan Vannia, sama saja memasukkan Debby ke dalam kandang singa, dan akan berakibat buruk bagi rumah tanggaku.
Ku masukkan semua barang dan hasil belanjaan kami ke apartemen, ku tata serapi mungkin.
"Kalau capek istirahat saja Deb, kamu masih harus kerja kan?" Kataku pada Debby yang saat ini tengah membantuku memasukkan baju- bajuku ke dalam lemari.
"Nggak papa Mas, aku bantu biar cepet selesai." Jawabnya masih sibuk dengan baju- bajuku.
"Apartemen yang di USA kamu jual mas?" Tanyanya di sela kesibukannya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1