
Tedi dan Dokter Firman keluar dari ruang ICU setelah melihat perkembangan pasien yang tak terduga, di luar pintu terlihat anak dari pasien itu sedang berdiri di depan pintu, menunggu Tedi.
"Dokter, Saya akan mencabut tuntutan saya, tapi, tolong selamatkan Ayah saya, dia satu- satunya yang kami miliki sekarang, tolong Dok!" Kata Laki-laki itu yang tiba- tiba berlutut di hadapan Dokter Tedi sambil memegang tanganya dan memohon.
"Berdirilah, jangan khawatir, kami pasti akan melakukan yang terbaik, dan saya yakin Ayah anda akan segera sadar. Berdoa dan berserah kepada yang diatas!" Jawab Mirza membantu pria itu berdiri. Melihat apa yang dilakukan pria itu membuat hati Tedi teringat pada keluarganya yang sangat ia rindukan semenjak ia meninggalkan ibu kota 10 tahun lalu. Dokter Firman pun tersenyum, karena akhirnya masalah satu per satu akan mendapatkan titik terang dan akan terpecahkan.
Mereka pun meninggalkan ruang ICU,
"Tedi!" Kata Dokter Firman yang berjalan bersama dengan Tedi.
"Ya, ada apa?." Jawab Tedi sembari menghentikan langkah kakinya.
"Sepertinya pasien sudah ada mengalami peningkatan, apakah kamu akan tetap kembali ke USA setelah ini?" Tanya dokter Firman, Tedi pun menganggukkan kepalanya pelan.
"Apa kamu yakin, tetap nggak mau tinggal disini?" Tanyanya lagi.
"Tempat saya di USA bukan di sini, saya sudah nyaman di sana dok, kalau pasien sudah sadar dalam satu Minggu ini, saya akan langsung terbang kembali ke USA." Jawab Tedi dengan mantap.
"Bukannya kamu hanya cuti beberapa Minggu saja?"
"La, lagian saya mau ngapain di sini kalau semua masalah sudah di selesaikan?" Jawab Tedi ringan
"Tapi..."
"Udah lah dok, ayo balik kerja sana!" ajak Tedi yang meninggalkan Dokter Firman
"Dasar kamu keras kepala!" Gumam dokter Firman.
🥀🥀🥀
dua hari berlalu setelah pertengkaran hebat Linda dan Doni, Mereka tak bertegur sapa walaupun mereka tidur bersama. Tak hanya dengan Doni, Debby pun ikut menjadi sasaran kediaman Linda.
__ADS_1
Debby menghabiskan waktu malamnya dikamar dengan membaca buku-buku kesayangannya setelah pulang dari shift sorenya, buku yang berjudul kerinduhan hati, waktu semakin cepat berlalu tak disadarinya waktu pun suda menunjuk pukul 11 malam, Perut Debby mulai berbunyi karena tanpa sadar Debby membacanya sampai larut malam, ia bergegas ke dapur untuk mencari sesuatu yang dapat diolah dan untuk dimakanya.
Lampu pun terlihat sudah di matikan, Debby segera menyalakan lampu dan memasak nasi goreng lengkap dengan telur ceplok.
"Buat untuk saya juga ya!" Suara Doni mengagetkan Debby. Tanpa disadari Doni sudah berdiri di belakang Debby.
"Ngagetin aja!" Gerutu Debby.
"Aku tunggu di meja makan, jangan lama- lama!"
Debby pun segera membuat satu lagi untuk Doni, kali ini dia tak akan takut lagi, karena dia suda tahu takaranya Debby sudah mempelajarinya beberapa kali setelah masakan pertamanya gagal, rasanya juga pasti sama kalau dimasak sesuai takaran.
Debby membawa dua piring Nasi goreng ke meja makan setelah nasi goreng siap untuk disajikan. "Ini mas, selamat menikmati." Kata Debby memberikan satu mangkuk untuk Doni dan berbalik meninggalkan Doni dengan satu piring lagi di tangannya.
"Deb,kamu mau kemana?" Tanya Doni mencekal tangan Debby.
"Aku mau makan di kamar,"
"Di sini aja temenin aku! Duduk!" Perintah Doni sambil menarik tangan debby untuk duduk di sebelahnya, Debby pun terpaksa menurutinya. Doni mulai meniup nasi gorengnya yang masih mengepul dan melahapnya. Debby hanya bisa menelan liurnya melihat Doni begitu lahap makan nasi goreng buatannya kali ini, seperti sedang kelaparan. Debby memang tak ikut makan malam hari ini, karena dia baru pulang setelah jam makan malam selesai, jadi ia tak tau apa Doni sudah makan malam atau belum.
"Aku sudah menyiapkan rumah untukmu deb, lebih baik kamu dan Linda tinggal terpisah." Kata Doni memecah keheningan antara mereka, seketika Debby pun menghentikan suapannya.
"Kenapa begitu?"
"Akan lebih baik seperti itu. Agar tidak akan ada yang terluka maupun kecewa lagi." Jawab Doni menjelaskan.
"Tapi, aku nggak apa- apa di sini, aku juga nggak keberatan kalau Mas Doni lebih memperhatikan Mbak Linda."
"Tidak Deb, sudah waktunya Linda menerima dan tau apa yang dimaksud adil, karena dia juga lah yang memutuskan ini semua." Jelas Doni.
"Cepatlah tidur, tidur terlalu malam tidak baik untuk kesehatanmu." Sambung Doni beranjak meninggalkan Debby.
__ADS_1
Apa mereka sedang bertengkar lagi? Atau Doni sudah mulai menerimaku sepenuhnya? Seribu pertanyaan mulai berdatangan di kepala Debby yang masih mematung mendengar perkataan Doni.
Pagi pun tiba, tak ada suara antara Doni, Debby maupun Linda yang sedang sarapan di meja makan. Dari wajah keduanya akhir- akhir ini, Debby tau mereka sedang bertengkar.
"Mbak aku bantu cuci piringnya ya!" Tawar Debby pada Linda yang berdiri di depan wastafel dengan piring kotor ditangannya. Ia tak menjawab, hanya memberikan piring kotor itu pada Debby dan meninggalkan Debby tanpa sepatah kata pun.
Debby tak berani bertanya, Ia segera mencuci piring kotor itu, Debby sadar akhir- akhir ini Linda sudah berubah, tapi Debby tak mau ambil pusing dengan semua permasalah mereka, ia menganggap Karena pengaruh hormon kehamilannya saja.
Bruuk... Linda jatuh pingsan saat melangkah keluar dari dapur, Debby pun terkejut dan segera meninggalkan aktivitasnya mencuci piring lalu menghampiri Linda.
"Mbak Linda!" Teriak Debby.
"Mas... Mbak Linda pingsan!" Teriak Debby panik, memanggil Doni yang sedang mengambil tas di kamarnya. Donipun terkejut dan segera menghampiri Linda yang terbaring didapur lalu segera membawa Linda masuk ke kamar.
"Gimana Deb?" Tanya Doni pada Debby yang saat ini sedang memeriksa tekanan darah Linda.
"Sepertinya mbak Linda saat ini sedang stress mas, tekanan darahnya juga menurun."
"Apa perlu kita bawa ke rumah sakit?"
"Nggak usah mas, lagian dokter Yudi sedang ada kerjaan di luar negeri!" Jawab Debby.
Linda mengerjap setelah Debby mengoleskan aroma theraphy di hidungnya.
"Mas Doni..." Gumam Linda.
"Linda, kamu nggak papa?"
"Mas, kepalaku pusing." Keluh Linda.
"Tekanan darah mbak turun, mbak istirahat saja, Debby yang bantu Bi ija, aku tinggal dulu ya Mas." Pamit Debby lalu pergi meninggalkan Doni dan Linda.
__ADS_1
🥀🥀🥀
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kata🙏🏻😊