
Aku bukan rahim cadangan
Part 177
"Dan sekarang ayo Coba yang ini, pasti lebih manis." Kata bunda memberikan satu lagi untukku. Ku terima dengan senang hati. Karena buah jeruk adalah buah kesukaan ku.
"Gimana?"
"Anyep bun, Debby makan yang ini aja." Ku ambil satu lagi dan ku kupas sendiri.
"Wuek... kok asem sekali bun?" Begitu masamnya buah itu sampai aku harus menutup mataku untuk menahan rasanya.
"bunda membelinya di tempat yang sama, harganya pun sama tapi rasanya berbeda." Ucap bunda, aku menoleh ke arah bunda.
"Begitu juga dengan manusia, Dari luar mungkin terlihat sama, tapi sebenarnya semuanya jauh berbeda."
Deg...
Perkataan bunda mengisyaratkan sesuatu.
"Apa maksud bunda?" Tanyaku dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Apa Nak Teddy, Bu Widia, Pak Atmaja, atau profesor Antonius pernah menyakiti perasaabnmu? Atau berbuat kurang baik padamu selama kamu mengenal keluarga mereka?"
Deg... Lagi- lagi kata- kata Bunda mampu menciptakan kegundahan di dalam hatiku.
"Darimana bunda tau masalah debby?"
"Ndak penting, jawab saja pertanyaan bunda,"
"Tidak bunda." Jawabku, mau menjawab apa lagi kalau memang kenyataannya Mas Aska lah yang selalu ada dan membantuku, bahwa Bu Widia adalah malaikat untuk Panti kami disaat kami serba kekurangan. Pak Atma juga lah yang menyelamatkan hidup ku dengan mencarikan darah yang cukup langka itu untukku. Dan Profesor Antonius sendiri rela turun tangan dalam melksanakan operasiku, memberikan fasilitas terbaik untukku.
"Lalu kenapa menganggap semua sama?"
"Bukan begitu bunda, kebohongan itu yang membuat Debby tidak terima dan merasa kecewa."
"Debby, bunda dia memberikan pondasi kebohongan pada pernikahan kami."
"Yang kamu sebut dia itu suamimu, tidak sepantasnya kamu menyebut suamimu seperti itu." Kemarahan lagi- lagi membuatku berkata tidak sopan terhadap suamiku.
"Dan ucapanmu tentang kebohongan itu, kamu sendirilah yang bisa menjawabnya." Sambung bunda.
"Maksud bunda apa? Kenapa bunda justru menyalahkan Debby?"
__ADS_1
"Tanya pada diri kamu sendiri Deb, apa kamu akan menerima Nak Teddy kalau dia jujur siapa dia yang sebenarnya?"
"Aku..."
"Debby, itu hanya pemikiran kamu yang terlalu konyol jangan di perpanjang, sekarang bunda minta, temui suamimu, mintalah maaf, karena dia sudah menjadi korban keegoisanmu." Kata bunda yang meninggalkanku, ku Hela nafas panjang "Aku yang dibohongi kenapa aku yang meminta maaf? ini kenapa jadi main keroyokan gini sih?" Gumamku.
Pintu pun di buka, bunda kembali menemuiku. "bunda berubah pikiran ya, ya jelas lah wong harusnya dia yang minta Maaf."
"Maaf"
Seketika aku menoleh karena Bukan suara bunda yang ku dengar, melainkan laki-laki yang sangat aku kenal. Dan benar dugaan ku, tamu itu adalah suamiku dia sudah berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya, entah terbuat dari apa hatinya. Masih begitu tenang setelah apa yang dilakukan ku terhadapnya dan setelah pertengkaran yang terjadi sore tadi.
"Kamu Mas?" Lirihku, ku palingkan wajahku.
Dia mendekat dan duduk di sebelahku ku geser sedikit posisisku untuk menciptakan sedikit jarak.
"Kita pulang ya Deb, jangan lama- lama marahnya."
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..