
Aku bukan rahim cadangan
Part 190
"Assalamualaikum..." Sapa Mas Aska lalu mengecup punggung tangan keduanya.
"Waalaikumsalam."
"Apa kabar Debby?" Tanya Bu Widia.
"Baik tante."
"Kamu cantik sekali Debby." Kata Bu Widia. Mereka tersenyum padaku.
"Terimakasih tante."
__ADS_1
"Mas, bagaimana aku menyapa kedua orang tuamu kalau kamu terus pegang tanganku seperti ini?" Bisikku pada suamiku yang tak kunjung melepaskan genggamannya.
"Hah? Ya ampun, sorry sorry." Katanya melepas tanganku. Bu Widia tampak menahan tawanya melihat tingkah Mas Aska.
Segera ku hampiri dan ku kecup punggung tangan Bu Widia, dia memelukku seraya berkata "Terimakasih ya Debby..." Aku tersenyum, jujur aku tak mengerti terima kasih itu untuk apa. Dan lalu ku hampiri Pak Atmaja ku kecup pula punggung tangannya, dia tersenyum dan mengusap kepalaku dengan lembut, sejujurnya jantung ku masih berdegup sangat kencang saat ini tapi aku mencoba untuk tetap tenang. Kami memang pernah bertemu beberapa kali sebelumnya, namun pertemuan kali ini terasa sangat lah berbeda.
"Ayo masuk, Vannia dan Kevin sudah menunggu didalam." Seru Bu Widia.
Deg... Aku melupakan sesuatu, datang kemari berarti harus bertemu dengan ulat bulu. Ku pandang wajah suamiku. Dia tersenyum dan meraih tanganku kembali.
Mas Aska pun segera membawaku masuk kedalam rumahnya, terlihat sebuah meja berbentuk persegi panjang dengan berbagai macam makanan sudah siap tersaji di atas sana. Kulihat Vannia dan seorang laki- laki, masih muda dan lumayan tampan juga duduk di sana. Kalau aku tidak salah, dia adalah Kevin Atmajaya, suami dari Vannia yang berarti adalah kakak iparku. Sebagai orang yang pernah mengidolakan Vannia pasti tau lah siapa suaminya. Dan aku adalah mantan fans berat Vannia sebelum suamiku mengatakan bahwa Vannia adalah mantan pacarnya dan Vannia masih mengharapkannya.
"Selamat malam Kevin, Vannia." Sapa Mas Aska pada mereka berdua.
"Malam Teddy," Jawab Vannia yang terlihat terkejut dengan kedatangan kami berdua, dan Kevin lebih memilih untuk diam dari pada membalas sapaan mas Aska.
__ADS_1
"Apa tidak ada wanita lain yang lebih berkelas dari pada perawat ini, yang bisa kamu sewa untuk diperkenalkan pada kami?" Ucapan Vannia begitu sombong dilontarkan tanpa perasaan di depanku dan kedua orang tua Mas Aska. Sangat menyakitkan, lagi- lagi status menjadi prioritas utama untuk kaum elit seperti mereka.
"Jaga bicaramu Vannia." Bentak Pak Atmajaya.
"Perkenalkan Vannia, wanita yang ada di sebelah saya ini adalah istri saya, Teddy Aska Atmajaya. Dia mungkin tidak berkelas bagimu tapi dia adalah segalanya bagi saya, kedudukannya sekarang sama dengan kamu dirumah ini, menantu keluarga Atmajaya."
"Omong kosong apa ini Teddy? jelas- jelas kamu bukan lagi anggota dari keluarga Atmajaya!" Sambung Kevin dengan mata membara.
"Diam kamu Kevin, Duduk!" Seru Pak Atmajaya. Kevin tampak begitu kesal namun tetap mengikuti perintah yang diucap papanya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1