
Aku bukan rahim cadangan
Part 214
"Debby, bisa jelaskan pada mbak...?"
"Mbak tolong, saat ini aku sedang tidak ingin membahas hal lain selain Aldo." tolak ku, aku tak mau Lidia pasti ingin membahas soal hubungan ku dengan mas Aska.
"Oh, ya udah, mbak pamit mbak harus kerja, nanti mbak kesini lagi. Yang sabar ya, ayo sin." kata mbak Lidia sambil memanggil sinta untuk ikut serta bersamanya.
"Iya, makasih mbak." Balas ku
Ku hampiri bunda yang saat ini duduk di kursi tepat didepan ruang operasi.
"Maaf" kataku duduk di samping bunda.
"Kenapa?"
"Maaf, sebagai kakak yang paling tua, Debby nggak ada saat semua terjadi. Apa yang terjadi saat ini, membuat Debby semakin berat untuk meninggalkan Panti."
__ADS_1
"Eh... Ndak boleh bilang begitu ndok. Memangnya apa yang kamu dan suami kamu lakukan saat ini? Apa yang kalian lakukan itu sudah lebih dari cukup bagi Aldo dan Bunda."
"Sebenarnya apa yang terjadi bun? Kenapa aldo sampai-sampai bisa ketabrak mobil?"
Bunda menghela nafas panjang. "Saat itu Aldo mencari-carimu ke kamar tapi tidak ketemu dengan dirimu, lalu bunda bilang kalau kamu sudah pulang ketempat nak Teddy. Dan ternyata Aldo keluar dari panti tanpa sepengetahuan bunda dan mbok, tau-tau dapet kabar dari tetangga kalau aldo kecelakaan."
"Ya allah Aldo, aku lupa gak pamit sama dia Bun." kembali kurasakan rasa bersalah ini semakin besar "Jadi ini semua salah Debby Bun."
"Eh, sudah-sudah, ini semua kecelakaan, namanya juga anak-anak." ucap bunda yang menenangkan ku
Pintu ruang operasi dibuka saat aku masih sedang menangis menyesali perbuatan ku yang tanpa pamit pada Aldo.
ku hapus air mataku dan segera ku temui dokter yang menangani operasi aldo.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, dokter Teddy... Maksud saya pak Direktur masih didalam, selebihnya bisa tanya ke beliau. Saya permisi dulu." pamitnya
"Alhamdulillah Bunda." ku peluk bunda yang juga terlihat lega mendengar jika operasi Aldo berjalan lancar dan baik-baik.
Beberapa menit kemudian Aldo pun keluar dari ruang operasi, bersama mas Aska.
__ADS_1
"Biar Bunda yang ikut Aldo ke ruang rawat, ada yang harus kamu bahas bersama istrimu yang keras kepala itu." samar-samar ku dengar pembicaraan mas Aska dan Bunda. Aku dan bunda berdebat karena aku ingin tinggal di panti.
Terlihat suamiku berjalan menghampiriku dan sudah memakai piyamanya dan jaketnya kembali.
"Kenapa, kamu ribut sama Bunda?" tanya mas Aska yang berjongkok didepan ku.
"Aku mau tinggal di panti mas, Aldo seperti itu karena mencari ku."
"Ya nggak bisa gitu dong sayang, kamu nggak bisa ikut bunda terus, kamu sekarang tanggung jawab saya." jelasnya dengan lembut
"Ya, kamu juga tinggal disana mas, di panti hanya ada mbok Mar dan Bunda yang sudah tidak muda lagi, kamu bisa bayangi kan mas?"
"Nggak bisa, kamu harus tetap tinggal di apartemen bersama saya."
buggh.. "Bere*gsek ya."
"Aw... Apa-apaan ini?" mas aska beranjak menghadang pukula-pukulan mbak Lidia. Ya tiba-tiba saja mbak Lidia, sinta, dan Alex sudah berdiri didekat kami tanpa kami sadari.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..