Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Mengingat Janji


__ADS_3

Aku Buakn Rahim Cdangan


Part 78


"Makasih Pak." Jawabku lalu berjalan menuju loby. Tak sengaja, saat aku menuju loby, Ku lihat seorang anak sedang bermain bola plastik bersama ayahnya di taman hotel.


Tiba- tiba aku teringat akan janjiku pada Aldo "Ya Allah... Karena masalahku dengan Debby, aku sampai lupa jika mempunyai janji pada anak itu." Gumamku, senyum tersungging di bibirku kala mengingat Aldo.


Ku urungkan niatku untuk beristirahat, ku putuskan untuk memesan taksi dan pergi ke Panti asuhan untuk memenuhi janjiku pada Aldo.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.15 saat aku tiba di panti. Ku lihat Aldo tak ada di halaman. Ku ketuk pintu panti yang masih tertutup dan ku ucap salam


Tok ... Tok ... Tok... "Assalamualaikum..."


Tak ada jawaban.


"Assalamualaikum..." Ulangku.


"Waalaikumsalam." Jawab seseorang dari dalam.


Cekrek pintu dibuka dan aku terkejut saat ku lihat Debby yang membuka pintu. Jantungku berdebar kencang saat ini. Aku tercengang dengan apa yang ada di hadapanku saat ini. Aku tak menyangka akan bertemu dengan Debby disini. Debby pun terlihat sama terkejutnya denganku ia berdiri mematung di depan pintu.

__ADS_1


"Dokter..." Katanya menautkan kedua alisnya, mungkin dia sedang bingung.


"Aldo..." Celetukku.


"Oh mau cari Aldo? Aldo masih mandi. Kalau dokter mau tunggu di dalam aja." Jawabnya sinis lalu membuka pintu lebar- lebar dan meninggalkan ku masuk. Akupun masuk ke dalam dan duduk di kursi yang terbuat dari kayu dengan dihiasi ukiran bunga, Kursi yang sama saat aku kesini satu tahun yang lalu.


"Bunda... Ada tamu nyari Aldo." Teriak Debby pada Bunda Mira yang terkesan agak di perkeras oleh Debby itu terdengar sampai ke ruang tamu.


Tak lama, Bunda Mira terlihat keluar dari ruang tengah menuju ke ruang tamu.


"Loh, dokter?" Tanyanya yang tak kalah terkejutnya.


"Assalamualaikum Bunda." Sapaku beranjak dari tempat duduk lalu ku katupkan kedua tanganku di depan dada.


"Bunda...Debby berangkat kerja dulu." Kata Debby yang sudah terlihat rapi keluar menghampiri Bunda Mira dan menyalaminya.


"Loh bukannya shift malam ndok?" Tanya Bunda.


"Debby masih ada urusan Bun, Jadi Debby harus berangkat lebih awal." Jawab Debby yang terkesan sedang mencari- cari alasan. Terlalu lama urusannya jika berangkat sekarang sedangkan shift malam saja dimulai pukul 8. Dan yang lebih membuatku bertanya- tanya adalah, kenapa Debby berangkat kerja dari panti, bukannya dia dulu kembali bersama mantan suaminya?


"Udah ya Bun, Assalamualaikum." Pamit Debby mengecup punggung tangan Bunda Mira lalu pergi begitu saja tanpa melihatku.

__ADS_1


"Loh Deb, motormu masih di bengkel, naik apa?" Teriak Bunda pada Debby yang sudah sampai di halaman depan Panti.


"Ojek Bun." Jawab Debby singkat.


"Debby... Debby..." Lirih Bubda.


Setelah kepergian Debby, Bunda kembali melihat ke arahku, dan tersenyum padaku.


"Apa kabar dokter?" Tanyanya.


"Alhamdulillah Bunda, saya baik." Jawabku.


"Alhamdulillah, dokter mau cari Aldo ya kata Debby?" Tanya Bunda lagi, ku anggukkan kepalaku perlahan.


"Mau main bola?" Tanya Bunda lagi.


"Iya..." Jawabku singkat.


"Setiap hari Aldo selalu uring- iringan terus karena ingin main bola sama dokter, satu tahun berlatih agar bisa menang melawan dokter katanya. Tapi karena dokter Ndak kunjung datang, Aldo jadi sering marah- marah. Ujung- ujungnya Debby juga yang harus membujuk Aldo, dibelikan ini lah itu lah kalau pulang kerja." Cerita Bunda padaku dengan khasnya yang ramah diiringi senyuman.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


__ADS_2