Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Perawan


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 152


Dia tersenyum, perlahan dia membuka hijabku. Dengan ucapan Bismillah dia membawaku mengarungi samudra cinta. Malam ini, di kota London, dengan di iringi turunnya salju yang indah, telah menjadi saksi penyatuan cintaku dan suamiku. Malam ini ku serahkan mahkotaku yang paling berharga. Malam ini akan menjadi malam yang tak akan pernah terlupakan olehku, malam dimana aku dijadikan seorang istri seutuhnya oleh laki- laki yang bernama Teddy


🌸🌸🌸


Usai melampiaskan hasratnya padaku, dia berbaring di sampingku dengan selimut tebal yang menutupi sebagian tubuhnya. Ku usap wajahnya yang penuh dengan peluh di tengah turunnya salju. Dia tersenyum padaku. "Kamu mengerjai saya lagi Debby." Lirihnya menghentikan tanganku yang mengusap wajahnya.


"A_pa maksudmu?" Tanyaku gelagapan.


"Kamu. Kenapa membiarkan saya menunggu begitu lama, kalau nyatanya kamu masih..."


"Haih... Jangan dilanjutkan" ku letakkan jariku di bibirnya. Dia melepasnya.


"Kenapa?"


"Malu, Jadi. Katakan, bagaimana bisa tau? Apa kamu pernah melakukannya dengan wanita lain, sebelumnya?" Tanyaku.

__ADS_1


"Astagfirullah Debby, Kenapa jadi menuduh saya begitu? Kamu lupa, saya ini Dokter? Kalau sekedar mengetahui tentang hal itu Saja bukan hal yang sulit untuk Saya. Bahkan dokter Umum melakukan tes itu." Terangku.


Aku bergeming menatap langit- langit kamar dan masih bersembunyi di balik selimut tebalku.


"Hei, kenapa diam? Kamu benar- benar curiga?" Tanyanya mengubah posisinya menghadapku.


"Lihat saya Debby? Kamu mencurigai saya?" Tegasnya memegang wajahku.


"Kamu menindihku Mas, minggir Mas, kamu berat sekali." Ucapku mendorong tubuhnya.


"Kamu yang mempermainkan saya dengan membiarkan saya salah paham dengan masa Iddah kamu, kamu juga yang membalikkan keadaan dengan mencurigai saya." Terangnya, saat ini dia duduk membelakangi ku.


Hening


"Ya saya marah lah Deb, kamu ninggalin saya saat saya dalam masalah. Nemuin mantan kamu, dan nggak mau di ganggu lagi. Cemburu saya. Orang saya masih normal." Jawabnya dengan khasnya yang jutek.


"Aku nggak pergi sama dia tau, aku pergi juga demi kamu. Karena aku tau Mas Donilah yang membuat laporan itu."


"Apa? Kamu tau dan kamu nggak bilang sama saya."

__ADS_1


"Kamu blok nomor ku Mas, pergi nggak pamit." Keluhku memeluknya.


"Maaf" Ujarnya membalas pelukanku.


Kami berbincang dari hati ke hati, hingga rasa kantuk mulai menerpa kami berdua.


POV Teddy


Dering ponsel dengan suara adzan subuh yang biasa ku pakai untuk membangunkan tidurku akhirnya memecah waktu subuh, aku sengaja mengatur alarm dengan suara Adzan, kebetulan di lingkungan tempat tinggalku tidak terdapat masjid, sehingga aku menggunakan ponselku sebagai pengingat.


Ku matikan alarm ponselku, ku lihat Debby yang masih tertidur pulas dalam pelukanku. "Sayang... bangun, sholat subuh yuk." Ku goncang pelan tubuh Debby yang sudah lengkap dengan piyamanya.


"Hem" Gumamnya mengubah posisinya seraya menarik selimut lalu kembali tidur. Ku putuskan untuk membersihkan diri dan sholat terlebih dahulu, dan akan ku bangunkan Debby kembali setelahnya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2