Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Teka-teki


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 226


"Sayang bangun, ada suster Indah." sentak ku.


"Ha.. Suster Indah? Mana suster indah? mana... Dimana..." seruhnya


"Debby kamu lebih takut sama suster Indah dari pada atasanya suster Indah? Aldo nyariin tuh."


"Kamu sudah pulang mas?" tanyanya lalu meraih tangan ku dan mengecupnya


"Iya Aldo kenapa? Aldo mau apa?" tanyanya


"Mau minum" jawab Aldo


"Hah? Tadi bukanya sudah om tawari minum?" tanyaku pada Aldo.


"Nggak mau, om jahat." jawabnya ketus


"Memangnya om salah apa Nak?" tanya ku pada Aldo


"Om sudah minta sama mbak Debby janji untuk terus temeni om. Padahal Aldo juga mau ditemeni sama mbak Debby." jelasnya kemudian


"Janji, nemeni? Maksudnya gimana?" tanya ku dengan bingung.

__ADS_1


"Udahlah mas nanti deh aku jelasin, mending kamu sekarang bilang sama pperawat kalau infusnya sudah harus diganti dengan yang baru." ucap Debby seraya memberikan minum pada Aldo.


Aku pun pergi keruang perawat sesuai perintah Debby. Sambil memikirkan sesekali apa maksud dari perkataan Aldo tadi. Hari ini kenapa banyak sekali yang bermain teka -teki dengan ku." gumam ku seraya menyusuri loroong rumah sakit.


Akhirnya aku pun sampai di depan ruang perawat, ku lihat mereka masih makan malam. Kurang sopan jika harus mengganggu. "Pak Direktur." kejut salah satu perawat yang kelihatanya baru kembali dari luar.


Pyar...terdengar suara dari dalam ruangan, aku menoleh dan mereka yang tadinya duduk sekarang sudah berdiri. "P__akk" sapa mereka terbata.


"Sudah selesai makanya?" tanyaku


Mereka pun mengangguk.


"Oh, ya jadi saya kesini cuma mau bilang, tolong infus adek saya yang di kamar no. 35 di ganti. Saya tunggu."


"Iya gitu aja."


"Hah, saya kira bapak sedang mengawas malam- malam."


🌸🌸🌸


Ku ambil makanan yang tadi sudah aku pesan Delivery sebelumnya, sebelumnya aku kembali kekamar Aldo. Aku lupa bahwa aku sendiri lah yang belum makan. Tak lupa aku bawakan juga untuk Debby dan Aldo.


Ku buka pintu, sepertinya Aldo masih terjaga.


"Loh, belum diganti infusnya? Saya sudah kasih tau. Tasnya sudah di antar?"

__ADS_1


"Belum mas, sudah tadi ada security yang nganter, kamu dari mana mas?" tanya Debby


"Ambil makanan, Aldo mau makan nak? Om udah beliin makanan untuk kamu." Ku ambil satu kotak makanan lalu ku hampiri Aldo.


"Stop, mundur, jangan deket-deket sama kami."seruh Aldo


"Hah" aku terkejut dan ku hentikan langkah ku. "sayang?" ku coba mencari jawaban dari Debby, namun dia hanya tersenyum.


"Harus ketemu sama dokter yang menanganinya sepertinya ini." Gumam ku, yang aku khawatirkan luka yang ada di kepala Aldo berpengaruh pada otaknya, hingga mengalami perubahan yang sangat begitu drastis.


"Ya udah lah mas, turuti aja dulu."


"Mbak, mau makan."


"Makan? Ya udah mbak ambil makananya dulu yah dari tanganya om dokter, boleh?"


Aldo mengangguk.


"Debby berjalan ke arah ku, yang hanya berjarak sekitar 5 langkah dari ku dan mengambil makanan yang tadinya hendak ku berikan pada Aldo dari tangan ku. "Apa dokter mengatakan sesuatu selama aku pergi tadi?masalah kepalanya Aldo mungkin?" tanyaku pada Debby yang saat berada sangat dekat dengan ku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2