
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 222
"Oh gitu"
"Rosa, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menahan bos mu untuk masuk?" Tiba-tiba pk Dias sekertaris papa menghampiri ku."
"Selamat pagi mas." sapa pak Dias.
"Iya, selamat pagi juga pak." balas ku
"Mas, apa, maksud pak Dias?" tanya wanita dengan seragam batik dan sanggul moderen itu.
"Kamu tau ngak beliau ini siapa? beliau ini adalah mas Teddy Aska Atmajaya putra ke dua dari pak Atmajaya. Dan kami sedang menunggunya. Kenapa malah kamu menahanya! Dasar."
"Hah, adoh ma__af pak saya nggak tau maaf." ucap resepsionis itu menundukan kepala ketakutan..
__ADS_1
"Ya sudah pak, jangan buan-buang waktu lagi lebih baik kita segera masuk." ucap ku
"Oh, iya mas, rapat baru saja dimulai, biar saya bawakan berkasnya." ku berikan berkas yang sudah ku siapkan kemarin secara dadakan.
Tepat didepan pintu ruang rapat.
Pak Dias segera membukakan pintu untuku, sudah bisa di tebak, semua yang ada disana menoleh ke arah kami karena aku yakin saat ini telah mengganggu rapat pemegang saham. Dan suda bisa ditebak reaksi apa yang terlihat saat aku, aku yang sudah 10 tahun lebih tak pernah menginjakan kaki ku di tempat ini harus muncul secara tiba-tiba dan dalam kondisi yang kurang baik pula
"Siapa dia? Kenapa kita baru melihatnya? Kenapa masuk kesini?" terdengar berbagai pertanyaan keluar dari pemegang saham, mereka saling memandang dan berbisik.
"Ngapain kamu kesini?" sentak Kevin tiba-tiba.
"Teddy, ayo masuklah." seruh papa
Ku langkahkan kaki dengan gagah berani, karena saat ini yang di butuhkan hanya keberanian dan ketegasan untuk meyakinkan para pemegang saham.
Aku berdiri tepat disebelah papa saat ini. "Perkenalkan saya Teddy Aska Atmajaya, putra ke dua dari pak Atmajaya." mereka saat ini terlihat sangat terkejut, ku bungkukan badan ku sebagai tanda pemberian penghormatan dan perkenalan pada pertemuan pertama kami.
__ADS_1
"Saya pernah mendengar putra kedua pak Atmajaya, tapi maaf, dari yang saya dengar bukankah namanya sudah tidak tercantum dalam keuarga Atmajaya?" tanya salah satu dari mereka, kabar mengenai penghapusan nama ku dari keluarga Atmajaya pada saat itu memang sudah menyebar sejak kepergian ku 10 tahun yang lalu.
"Oh... Itu hanya lah sekedar rumor, anak saya pada saat itu hanya sedang mencari jati dirinya saja beberapa tahun belakang, namun kedudukan dan hak nya tetap sama seperti Kevin putra pertama saya, tidak ada bedanya sama sekali diantara mereka berdua, tetaplah putra saya." jelas papa
"Papa!" sentak Kevin lagi
"Diam Kevin!"
"Maaf, silahkan duduk lembali semua, teddy duduklah." seru papa kemudian
"Jadi solusi apa yang akan anda berikan untuk menyelamatkan saham kami dari proyek amburadul ini?" sela salah satu dari mereka yang terlihat sangat begitu emosi.
"Jangan memperkeruh suasana, ini hanya masalah waktu." kata Kevin dengan sangat begitu entengnya, ditengah masalah yang ia ciptakan karena ambisinya.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..