
Aku bukan Rahim Cadangan
Part 127
"Ini diluar rencana." jelasku
"Tapi kamu menikmatinya."
"Bukan, siapa bilang?"
"Udah, pulang! Nurut sama suami" Tegasnya.
"Jangan kenceng- kenceng ngomongnya!"
"Saudari Debby , dimohon segera naik ke atas" terdengar panggilan dari pembawa acara menyebut namaku.
"Nah Lo, tuh... dipanggil kan?" kataku, dia menghela napas panjang.
"Saya mengawasi kamu ya Debby! jangan macem- macem!" Ancamnya, seraya menunjuk kedua jarinya ke arah mataku dan matanya bergantian.
POV Teddy
__ADS_1
Setelah Debby tetap saja tidak mau mengangkat telepon dariku, aku pun memutuskan untuk segera memesan tiket penerbangan ke Jakarta, perhitungan waktu pun segera ku lakukan, mengingat perbedaan waktu Indonesia- USA cukup jauh. Apa lagi penerbangan yang membutuhkan waktu sangat lama membuatku harus memperhitungkan semuanya karena tak mungkin mengambil cuti untuk beberapa hari secara mendadak.
Aku memutuskan untuk berangkat setelah jam kunjungan pasien terakhir dinasku. Ku perkirakan akan sampai di Jakarta tepat pukul 10 siang, akan sedikit lebih terlambat untuk menghadiri pernikahan suster Lidia. Aku sengaja untuk tidak mengabari atau menghubungi Debby, selain percuma, aku juga ingin memberikan surprise padanya.
Surprise ku berikan, justru aku sendiri yang terkejut, bagaimana tidak? Jika yang menjadi tujuan utamaku datang kemari justru saat ini ada di atas pelaminan, berjalan bergandengan dengan pria lain di depan mataku. Istriku sedang bermain api dengan menjadi Bridesmaid di acara pernikahan suster Lidia tanpa sepengetahuanku dan tanpa seijiku.
Ku ikuti langkahnya saat aku tau dia sudah menyadari kedatanganku," tak akan ku lepaskan lagi kamu Debby!" Gerutuku, ku tinggalkan dokter Firman dan menemui Debby.
Kami sempat berdebat cukup lama, namun akhirnya aku mengalah, bagaimanapun juga suster Lidia adalah sahabat terbaik Debby, aku tak bisa egois, tugas ku hanya mengawasi Debby dari bawah. Dan memastikan bahwa dia tidak akan bertindak diluar batasannya.
"Dari mana Ted?" Tanya dokter Firman kepadaku.
"Kakek mana?" Tanyaku mencari keberadaan kakek yang tadinya ada bersama dokter Firman namun sekarang sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya.
"Pulang duluan, katanya nggak enak badan."
"Kakek sakit?"
"Iya, makanya cepet pulang. Biar bisa ngurus rumah sakit."
"Saya juga mau pulang kok dok."
__ADS_1
"Uhuk....uhuk... " Dokter Firman yang sedang menikmati jus, tersedak saat mendengar perkataanku.
"Pelan- pelan" seruku mengambil jus dari tangannya dan meletakkannya di atas meja belakang kami.
"Apa Ted? kamu mau pulang?"tanyanya memperjelas.
"Ya, tapi nggak bisa secepatnya. Rumah sakit masih cari dokter untuk pengganti saya."
"Pengganti? Kamu yakin mereka cari?"
"Maksud dokter?"
"USA itu banyak dokter spesialis, saya rasa nggak perlu waktu lama mencari pengganti saya. Bukannya suudhon ya, cuma kamu yakin mereka mencari dokter untuk mengantikan kamu?"
"Entahlah" jawabku singkat, saat ini mataku hanya tertuju pada Debby yang terlihat berbincang dengan pasangan pelaminannya itu. Tak menampik, Debby memang terlihat begitu menawan hari ini dengan sanggul modern dan dress pich nya Bahkan aku sempat terpesona saat pertama kali melihatnya, meskipun dia sudah menjadi milikku, tetap saja pesona itu tak pudar sedikitpun di mataku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1