
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 240
"Enggak akan Aldo, mbak Debby dan om Dokter akan tetap menjadi mbak dan om nya Aldo kok. Tapi ada yang lebih penting bagi Aldo, yaitu orang tua Aldo yang harus Aldo patuhi lebih dari apapun." jelas mas Aska pada Aldo dan mampu membuat kami semua yang ada diruangan itu terperangah dengan kata-kata mas Aska.
Mas Aska memang sangat-sangat kaku sikapnya, tapi saat berhadapan dengan Aldo sikapnya berubah begitu drastis. Membuatku semakin terkesan dan semakin merasa sangat-sangat nyaman saat berada di sampingnya.
"Iya om, Aldo ngerti kok om, Aldo mau papa sama mama." jawab Aldo lagi
"Pinter...Itu baru si ganteng om."
"Terima kasih." ucap mas Doni menyela percakapan antara mas Aska dan Aldo.
__ADS_1
"Tak perlu berterima kasih seperti itu." dengan sikap saya ini bukan berarti saya membantu anda, yang perlu anda ingat adalah, jika Aldo sampai kenapa-napa atau anda melakukan hal yang sama seperti pada Debby, maka saya tidak akan segan-segan akan mengambil Aldo dari kalian!" begitulah ancaman mas Aska menutup pembicaraan kami dan segera pergi.
"Bey... Aldo, I Love u sayangnya mbak."
pamit ku seraya melambaikan tangan ke arahnya.
Prov Teddy
"Kita juga akan memiliki yang seperti Aldo nanti mas." ucap Debby yang sedang berjalan disamping ku, meraih dan menggenggam tangan ku lalu menyamai langkah ku.
Sapaan karyawan yang berpapasan dengan kami tak menyurutkan kami untuk berbicara ringan yang bersifat pribadi.
"Apa kamu marah dengan keputusan yang saya ambil barusan Deb?" tanyaku, aku tau bahwa memaksakan kehendak pada istri itu sangatlah kurang baik, namun hanya ini jalan yang terbaik untuk menjaga keutuhan rumah tangga kami. Ya, walau aku percaya pada Debby namun bukan berarti orang lain bisa di percaya bukan.
__ADS_1
"Nggak kok mas, tentu saja enggak aku malah senang dengan keputusan yang kamu ambil tadi, selalu tepat dan terbaik bagi semuanya." jawabnya, lalu tersenyum tipis. Senyuman yang penuh makna, aku tau saat ini dia sedang berusaha untuk menghibur ku dan berusaha untuk menutupi kegundaan di hatinya, karena memang tak bisa di pungkiri Debby dan Aldo memang sangatlah dekat. bahkan kedekatan mereka sudah bagaikan ibu dan anak, pasti sangatlah berat bagi istri ku untuk berpisah dengan Aldo, dan mengingat sekarang Aldo akan selalu bersama Doni, sang mantan yang mengharuskanya untuk membatasi pertemuan antara dirinya dan Aldo.
"Syukurlah."
Debby menghentikan langkahnya dan melepaskan tanganya dari ku.
"Ya, aku kerja dulu mas." pamit Debby meninggalkan ku berjalan menuju ke ruang ganti.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1