
Aku bukan rahim cadangan
Part 191
"Debby, jangan dengarkan kata- kata Kevin. Duduklah." Kata Pak Atmajaya. Aku pun mengangguk dan mas Aska menarik kursi paling ujung untuk ku lalu mengikutiku dengan duduk di sebelahku. Sekarang Mas Aska duduk berhadapan dengan Vannia dan Tante Widya berhadapan dengan Kevin. Sedangkan Pak Atmajaya duduk di kursi tengah sebagai kepala keluarga.
"Pa, apa maksud dari semua ini?" Tanya Vannia tak terima.
"Dan yang paling penting, kenapa mengundangnya kemari? Mama bilang kita akan makan malam dengan direktur baru Atmajaya Hospital. Kenapa Teddy yang datang?" Sambung Kevin, sungguh pasangan yang sangat cocok.
"Kevin, Vannia, sebelumnya Mama minta maaf karena sudah merahasiakan semua ini dari kalian berdua, bukan kalian saja, tapi semua orang. Karena suatu hal kami terpaksa melakukannya. Jadi, Debby adalah istri sah Teddy dan mereka sudah menikah 3 bulan yang lalu." Penuturan tante Widya sukses membuat mata dan mulut Vannia membulat sempurna, aku sangat ingin tertawa melihat ekspresinya saat ini, namun sekarang aku berperan sebagai istri Teddy yang harus terlihat anggun, tidak bisa semudah itu menertawakan lawanku didepan mertua, karena aku harus memberikan kesan terbaikku malam ini.
"Kevin nggak perduli, mau dia nikah sama siapa kek, yang Papa harus jawab, kenapa Teddy ada disini lagi!" tanya Kevin dengan nada tingginya.
"Tutup mulutmu Kevin, Teddy anak Mama dan Papa, Dia lah Direktur baru Atmajaya hospital!" Jelas Pak Atmajaya, dari yang ku lihat saat ini, sudah jelas bahwa hubungan antara Kevin dan suamiku kurang begitu harmonis.
__ADS_1
"Apa Pa? Papa nggak salah? Jadi dia sudah main belakang sekarang.
setelah ini, apa Pa yang akan dia ambil? Atmajaya Group?"
"Kevin! Sudah cukup, kenapa yang ada di pikiran kamu cuma aset dan kekayaan." Sentak Mas Teddy yang tak kalah tinggi suaranya, Sepertinya suamiku mulai terpancing emosi.
"Mas, duduklah, tidak baik berdebat di depan makanan." Kataku dengan lembut, seraya memegang tangan suamiku. Ia pun mengikutiku dan kembali duduk di sebelahku.
"Benar apa kata Debby, tahan emosi kalian, Vannia, layani suamimu." Perintah tante Widya.
"Apa?" ku ambil alih pekerjaan suamiku.
"Debby, jangan sungkan, ini semua Mama masak khusus untuk kamu."
"Jadi, ini semua Tante yang masak?"
__ADS_1
"Iya. O ya, kalian tinggal di apartemen, dan nggak ada pembantu, pasti Debby yang masak ya?"
Aku bergeming, karena bingung harus menjawab apa.
"Bukan, Debby nggak..."
Ku cubit perut suamiku sebelum bicaranya kebablasan, harga diriku bisa jatuh di depan lawanku sebelum bertarung.
"Iya Ma, Debby jago masak, masakannya sangat enak, lain kali Mama musti coba." jawab mas Aska setelah menyadari cubitan kecilku.
"O...ya? Sempurna sekali, udah cantik, jago masak lagi." Puji Tante Widya, tak masalah berbohong untuk saat ini, setidaknya aku akan mempelajarinya dari Mas Aska sebelum Tante Widya tau bahwa aku tak pandai memasak.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..