Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Lebih membutuhkan


__ADS_3

Aku bukan Rahim cadangan


Part 195


"Kakek lebih membutuhkanku."


"Kakekmu mempunyai banyak Cucu, sedangkan Papa cuma punya kamu dan Kevin yang tidak bisa papa andalkan sepenuhnya. Kenapa harus kamu?"


"Tapi cuma Teddy yang bergelut di bidang kesehatan Pa, maka dari itu kakek memintaku." Jelasku.


"Papa rasa Debby bisa menggantikanmu."


"Debby lagi, sudah berapa kali aku katakan, aku tidak setuju. Debby tidak akan mampu, Debby masih harus banyak belajar, Teddy nggak mau kalau Debby terbebani, cukup Debby menjadi istri Teddy dan biarkan Debby memilih apapun keinginannya" Jelasku lagi.


"Kalau begitu, Kita tanya saja pada Debby."


"Sudah Teddy katakan, Teddy tidak mengijinkan." Tolakku, bertanya pada orang yang bahkan bersedia untuk meminum racun hanya untuk menjaga perasaan orang tuaku itu percuma, karena aku sudah tau jawabannya.


Hening,


Kali ini papa terlihat membuka laci dan mengeluarkan sebuah map coklat.


"Lihat!" Papa melemparnya ke arahku, ku ambil dan ku baca.

__ADS_1


"Apa kamu mau melepaskan Atmajaya Grup yang sudah papa rintis dengan kerja keras Papa selama ini?"


Berkas yang berisi bukti bahwa dana keluar dari perusahaan dalam jumlah yang lumayan besar dan tidak jelas penggunaanya masuk ke rekening pribadi Kevin. Dulu, saat aku masih mengambil kuliah kedokteran umum di jakarta. tepatnya, sebelum aku memutuskan mengambil beasiswa spesialis di USA, Papa pernah memintaku untuk mempelajari tentang perusahaan, walau itu tidak sesuai dengan hatiku, aku tetap menurutinya, karena papa mengancam akan menghentikan biaya kuliahku, jadi sedikit banyak aku mengerti masalah perusahaan.


"Papa tidak meminta waktumu sepenuhnya. Setidaknya bantulah Papa." Sambungnya.


"Tapi Kevin akan semakin membenciku."


"Apa yang dilakukan Kevin membuatnya tak lagi punya hak untuk menentang keputusan Papa."


Aku bergeming, mencoba memikirkan segala sesuatunya.


"Teddy akan mencoba, tapi tidak akan sepenuhnya. Saat ini kakek lebih membutuhkanku. Kirimkan saja data yang perlu Teddy pelajari ke alamat e-mail Teddy."


"Teddy, Terimakasih." Kata Papa saat aku memegang handle pintu.


Ku turuni anak tangga, terlihat dari atas Mama sedang berada di ruang keluarga bersama Bi Darmi tapi tanpa Debby, lalu dimana keberadaan Debby? Ku percepat langkahku, perasaanku mulai tak karuan dan cemas.


"Mama disini? Dimana Debby?" Tanyaku, mataku terus mencari-cari dimana keberadaan Debby.


"Ada di ruang makan, mama masih siapkan sesuatu untuk kamu dan Debby bawa pulang. " jawab Mama masih sibuk dengan kotak makannya.


"Ya Allah Ma, Mama tinggalin Debby sama Vannia?"

__ADS_1


"Iya, kenapa?"


Aku tak menjawab, Aku pun segera berlari, ke ruang makan " Mama, mereka nggak ada Ma." Teriakku, Mama berlari menghampiriku.


"Nggak ada? Tadi di sini kok"


"Mama, nggak hati-hati banget sih Ma, kan Teddy uda bilang titip Debby. Kenapa di tinggal!" Protesku pada Mama.


"Kenapa ribut- ribut." Tanya Papa yang baru saja turun dari tangga.


"Ini Pa, Debby, nggak ada" Jawab Mama.


"Nggak ada gimana, coba dicari ke ruangan lain."


"Coba Mama cari Vannia." Kata Mama.


Ku lihat Vannia masuk dari arah belakang, aku pun bergegas menemuinya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2