
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 65
Wanita itu terlihat begitu terkejut "M_maaf Pak, saya nggak tau kalau ini mbak Debby!" Kata wanita itu terbata. Entah apa yang sudah dikatakan oleh mas Doni pada para karyawannya selama ini. Sampai nama ku pun mereka tau. Aku hanya bisa membuang napas kasar melihat tingkah Mas Doni kali ini.
"Sementara cukup sampai disini. Kalian semua boleh kembali ke tempat kalian masing- masing." Seru mas Doni pada semua orang yang ada di ruangan itu. Mereka pun segera membereskan semua berkas yang ada di meja dan beranjak dari tempat duduk mereka masing- masing. Beberapa dari mereka menyapa dan tersenyum ramah padaku sebelum meninggalkan kami.
"Debby, duduklah!" Seru Mas Doni setelah di ruangan itu hanya tersisa aku dan dia.
"Jangan basa- basi. Apa maksud kamu mengganggu dokter Teddy?" Tanyaku berdiri di tempatku tak sedikitpun aku melangkahkan kakiku mendekatinya.
"Dia yang menggangguku." Jawabnya santai seraya menyandarkan tubuhnya ke bagian belakang kursi berbahan kulit sintetis itu. Aku berdecih melihat kelakuannya yang begitu santai setelah apa yang dilakukannya pada dokter Teddy.
"Urusanmu yang mana yang merasa terganggu olehnya?"
__ADS_1
"Kamu. Urusan ku dengan kamu Debby!" Katanya penuh penekanan.
"Bagiku sudah tidak ada lagi kata aku dan kamu!" Jawabku mantap.
"Tapi bagiku kamu tetaplah milikku!"
"Milikmu yang sudah kau buang?" Tanyaku sinis.
"Ya, dan aku ingin mengambilnya kembali." Jawabnya seraya menghampiriku.
"Mengambil yang sudah kamu buang artinya menjilat ludah mu sendiri dan hanya orang- orang yang tak punya rasa malu yang sanggup melakukan itu." Jawabku, saat ini mas Doni berjalan mengelilingiku sambil terus memandang wajahku.
"Terserah Debby kamu mau ngomong aku tak punya malu atau apa, aku nggak peduli. Bagiku yang terpenting adalah menjadikan kamu miliki lagi." Benar- benar keras kepala orang yang ada di hadapanku saat ini, orang yang pernah mengikat janji suci denganku tanpa cinta, sekarang berlagak seolah tak mau kehilanganku.
"Sadar Mas, kamu udah punya mbak Linda, dan sebentar lagi kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan. Sekarang aku minta jangan bawa- bawa dokter Teddy kedalam masalah kita, bebaskan dia. Dia tidak bersalah."
__ADS_1
"Cukup Debby, jangan sebut nama itu di hadapanku Deb!" Sentaknya dengan rahang yang mulai mengeras dan wajah memerah.
"Lalu apa maumu?" Tegas ku, dari awal pernikahan kami, Mas Doni sudah mengatakan untuk tidak berharap lebih padanya, karena cintanya hanya untuk mbak Linda, dan sekarang aku sudah pergi dari tengah- tengah mereka. Tapi tetap saja membuatku dalam masalah, bahkan melibatkan Dokter Teddy yang jelas- jelas tidak ada hubungannya dengan Masalah rumah tanggaku.
"Sudah ku bilang aku mau kamu kembali padaku!" Tegasnya.
"Kamu hanya mencintai mbak Linda jangan membuatku dalam masalah terus!" Jelasku, dia tak menjawabnya, tapi malah menarikku ke dalam pelukannya.
"Mas! Kamu apa- apaan?" Kataku mencoba melepas pelukan mas Doni.
"Siapa bilang aku tidak mencintaimu? Aku mencintaimu Debby, sangat mencintaimu. Bahkan aku tak bisa melupakan wajahmu dari benakku." Deg... Kata yang begitu ingin ku dengar selama ini akhirnya mas Doni ucapkan. Namun sekarang terasa hambar,karna semua itu sudah terlambat. Ada rasa campur aduk dalam diriku. Ku benamkan wajahku sejenak, dan bersamaan dengan itu juga bayangan dokter Teddy tiba- tiba muncul difikiranku. Ku dorong tubuh Mas Doni sekuat tenagaku agar menjauh dariku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1