Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Keputusan Mas Aska


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 239


"Benar kata Aldo, apa suami mu tidak ada waktu untuk menemani mu berkunjung?" ucap mas Doni yang berusaha memojokan mas Aska.


"Nggak usah mulai lagi ya mas, aku kesini hanya untuk menemui Aldo, bukan untuk membahas yang lain."tegas ku


"Oh... Kamu mencoba untuk menutupi kekuranganya? bahkan dia bisa saja meninggalkan mu setiap saat karena dunia pekerjaanya yang sangat padat." sindirnya lagi.


''Lebih baik meninggalkan ku untuk sementara karena kesibukan di banding meninggalkan ku karena ke egoisannya, meninggalkan ku karena wanita lain." sindirku balik.


"Aldo tadi katanya kamu nyarin mbak, sambil nangis-nangis ya? Kenapa Adik mbak kayak gitu?"


Iya mengangguk pelan


"Loh kenapa nangis sayang?"


"Aldo takut nanti nggak bisa ketemu sama mbak Debby lagi, karena dibawa om dokter ketempat yang sangat-sangat jauh." jelasnya, memang sejak selama satu tahun lebih sejak mas Aska kembali ke USA saat itu mas Aska masih mempunyai janji pada Aldo. Aku selalu membujuknya dengan kata-kata bahwa orang yang ia tunggu-tunggu dan nantikan itu sedang berada di tempat yang sangat-sangat jauh.


"Jangan takut lagi ya Aldo, sekarang kan om Dokternya udah ada di sini, dan nggak akan pernah pergi jauh-jauh lagi." jelas ku


"Bunda dan tante Linda mana Al?" sambung ku


"Masih beli makanan buat om Doni dan aku." jawab Aldo


"Emmm sekarang Aldo nggak nangis lagi kan?"

__ADS_1


"Enggak, abisnya om Doni lucu sih." dari apa yang aku lihat, pasti mas Doni sudah berusaha untuk menghibur Aldo, syukurlah jadi aku tidak perlu cemas lagi.


"Aldo,Aldo pengen punya mama dan Papa nggal?" tanya ku.


Ia mengangguk dengan cepat.


"Pengen banget mbak."


"Iya sayang, kamu mau nggak jadi anak om dan Tante?"


Aldo tampak sedang berfikir.


Terdengar pintu di buka, aku pun menoleh. "kenapa nggak ada orang?" tanyanya begitu ia masuk dan tanpa memberi salam saat melihat hanya kami berdua yang ada diruangan Aldo. Aku harap kali ini dia tidak akan salah paham pada ku.


"Kamu fikir saya apa?" jawab mas Doni


"Apa maksud kamu, mengatakan seperti itu?"


"Udah dong mas, nggak usah ribut-ribut gitu, ini rumah sakit." sela ku kemudian


"Assalamualaikum!" Bunda dan mbak Linda akhirnya datang juga.


"Eh, Debby sudah disini rupanya." ucap bunda


"Bisakah kalian mengurus Aldo tanpa adanya campur tangan Debby?" celetuk mas Aska kemudian, membuat kami semua yang ada diruangan itu terperanga mendengar ucapanya, tak terkecuali bunda yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk Aldo.


"Maksud nak Teddy apa?" tanya bunda

__ADS_1


"Maaf bunda, hari ini saya sudah putuskan istri saya tidak akan lagi datang kesini entah apapun itu masalahnya. Kalau mereka tidak sanggup untuk mengurus Aldo tanpa campur tangan istri saya, kami bisa menerima dan merawat Aldo sebagai anak kami." tegasnya


"Tapi mas!" selaku


"Maaf Debby, saat ini saya sedang tidak ingin di bantah!" tegas mas Aska lagi.


"Maksud kamu, kamu mau memperebutkan hak adopsi Aldo dengan kami? Kamu ingat, kamu sudah memiliki Debby, sekarang kenapa masih ingin memperebutkan Aldo dengan ku? Serakah sekali kamu !" ucap mas Doni.


"Maaf pak Doni, menjaga rumah tangga saya agar tetap utuh juga sangatlah penting bagi saya."


Aku pun hanya dapat diam dan tak bisa membantah lagi. Percuma saja melawan, karena apa yang sudah menjadi keputusan suami ku selalu bersifat mutlak dan tidak akan bisa di ganggu gugat, terlebih saat kondisinya sedang diliputi oleh amarah.


Bunda tersenyum. "Apa yang dikatakan Nak tedi semuanya benar, nak Teddy berhak atas istrinya dan benar jika memang nak Doni dan nak Linda ingin menjadi orang tua bagi Aldo, bertindaklah selayaknya sebagai orang tua yang selalu berusaha untuk menenangkan anaknya saat anak kalian rewel tanpa bantuan dari orang lain. Dan bunda juga rasa nak Doni sudah mampu tadi untuk menenangkan Aldo disaat dia sedang rewel." terang bunda.


"Bawalah istrimu pergi nak." kata bunda pada mas Aska


"Debby, ayo kita pergi sayang, biarlah merek hidup dengan usahanya sendiri." ucap mas Aska seraya mengulurkan tanganya untuk menggandeng tanganku pergi.


Ku raih tangan mas Aska dan beranjak dari tempat duduk ku, sedangkan mas Doni dan mbak Linda hanya terlihat menunduk tanpa suara sedikitpun.


"Mbak Debby dan Om dokter nggak akan kembali, atau nggak akan ketemu lagi sama Aldo ya? Celetuk Aldo sebelum kami pergi. Kami menoleh dan segera menghampiri Aldo yang sedang makan diatas ranjang.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Aku bukan Rahim Cadangan gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2