Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Kepanti


__ADS_3

POV Teddy


Part 34


Saat adzan subuh berkumandang. Memaksaku untuk membuka mata dan melaksanakan untuk menjalankan kewajiban subuhku. Ku tengadahkan tangan meminta ampunan kepada allah karena sudah menyatakan perasaan ku pada wanita yang masih dalam menjalankan masa Iddah. Usai doa ku panjatkan, ku lihat kamar Debby yang masih terkunci.


Tok tok tok ku ketuk pintu kamar Debby, untuk mengajaknya sholat bersama.


"Bangun Deb, sholat!"


Cekrek... tanpa harus menunggu lama, Debby langsung membuka pintu.


"Saya sudah sholat dok." Jawab Debby.


"Oh..bagus lah kalo uda"


"Debby saya sudah pesankan sarapan untukmu, sebelum ke bandara saya masih ada urusan, saya nanti akan sarapan di luar." Kataku, menyiapkan sisa- sisa barang yang belum ku masukkan ke dalam koper yang harus ku bawa ke USA.


"Mau kemana sepagi ini dok?"


"Ada sedikit Urusan penting ." Jawabku.


"Ya uda saya mandi dulu."


🌸🌸🌸

__ADS_1


Setelah mandi, aku pun segera memesan taksi online.


"Kamu shift malam kan Deb? Koper saya biar disini nanti saya kembali sebelum jam 10 lalu kita ke bandara, soalnya jadwal diundur." Pamitku pada Debby sambil memakai sepatu dan jaket.


"iya dok." Jawab Debby


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Aku bergegas turun dari apartemen, taksi sudah menungguku di bawah.


"Ke Panti Asuhan ya ini Pak!" ku tunjukan alamat panti asuhan dimana Debby dibesarkan.


Ya hari ini aku akan menemui Bundanya Debby, namanya Bunda Mira kalau kata suster Lidia yang telah menceritakan kisah Debby dan memperkenalkan siapa saja yang selama ini dekat dengan Debby. Semalam aku menanyakan Alamat panti dan sedikit bertanya mengenai Bunda Debby pada suster Lidia Dengan sifat Debby yang masih tergolong labil, aku akan lebih tenang jika meninggalkan Debby dibawah pantauan Bundanya.


Aku turun tepat di depan gerbang Panti Asuhan, panti yang terlihat begitu tenang dan nyaman suasananya. Banyak bunga dan tanaman hias tertata rapi mulai dari pintu gerbang hingga pintu masuk panti. Terlihat beberapa anak sedang asyik bermain di halaman Panti yang cukup luas itu.


"Pagi ganteng." Sapaku ke pada anak laki- laki yang kupastikan berusia 6 tahunan yang sedang asik bermain bola.


"Pagi juga om ganteng" jawabnya dengan nada yang sangat menggemaskan.


"Lagi main apa ganteng?" Tanyaku sambil berjongkok menyamai tinggi badan Anak itu.


"Bola om. Main yuk Om." Ajaknya polos.

__ADS_1


"Wah... Om pengen ikutan, tapi om lagi buru- buru, Om mau ketemu sama bunda mira Ngomong- ngomong bunda miranya ada nggak ya ganteng?" Tanyaku lembut.


"Ada kok Om, di dalam dapur sana." Jawabnya menunjuk ke arah pintu yang ada di belakang panti.


"O disana ya. Nama kamu siapa?"


"Aldo Om,"


"namanya om Teddy. Nanti kalau om kesini kita main bola ya!" Hanya itu yang bisa ku berikan, janji. Terbatasnya waktu membuatku tak sempat membeli buah tangan untu anak- anak panti.


"Beneran ya om?"


"Bener."


"Janji ya?" Tanya Aldo seraya menunjukkan jari kelingkingnya padaku. Aku terkekeh.


"Janji." Ku kailkan jari kelingkingku dengan jari kelingkingnya Aldo.


"Sekarang Aldo Anterin Om ke Bunda yuk?" Pintaku pada anak kecil yang masih polos itu.


"Ayok Om ikut Aldo." Dia Menggandeng tanganku menuju tempat Bunda Mira yang berada didapur dibelakang panti.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2