Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Agresif


__ADS_3

aku bukan rahim cadangan


Part 198


Kami sampai di Apartemen pukul 10 malam. Sebelumnya kami sudah mampir ke Apotik untuk membeli cadangan obat alergi untuk Debby. Ku lihat Debby sudah tertidur di bangku sebelah kemudi, Ku gedong dan kubawa debby menuju lantai 5, dimana Apartemen kami berada, karena membangunkan Debby bukanlah perkara mudah.


Ku letakkan perlahan tubuh Debby di atas ranjang, dia menggeliat. "Maaf, kamu terganggu? Tadi kamu tidur." Kataku yang duduk di sebelah Debby.


"Aku, ketiduran?"


"Minum gi obatnya," ku berikan obat alergi yang kubeli diapotik saat perjalanan pulang untuk Debby, karena ku lihat sudah ada beberapa bintik merah di lengannya.


"Nanti deh, aku minum." Tolak Debby.


"Kenapa? Kamu harus banyak istirahat. Minum ini dan tidurlah."


"Kamu juga harus banyak istirahat Mas. Sini bobok sama aku, My Hero!" Serunya mendayu- dayu seraya duduk mendekatiku.


"Tidur dulu aja, saya mau ganti baju." bukannya menurutiku tapi Debby malah membuka kancing bajuku.


"Mau ngapain kamu senyum- senyum? Jangan deket- deket? Nggak usah pegang- pegang." Tolakku.

__ADS_1


"Mau bantuin kamu ganti piyama Mas, tadi kamu bantuin aku di rumah Mama."


"Nggak usah, saya bisa sendiri."


"Kenapa sih Mas, aku cuma mau bantu." Katanya memaksaku.


"Iya nggak usah ya Debby ya, saya, saya bisa sendiri. Kamu kan lagi sakit. Udah ya tidur aja." Tolakku lembut.


"Mas... Kamu jangan menolak ku." Rengeknya, membelaiku.


"Eh Debby, kamu kenapa? Kenapa jadi Agresif sekali?" Tanyaku heran, ku jauhkan tangannya dari tubuhku.


"Nggak... Nggak... Nggak, Debby kamu nggak sadar lagi sakit?" Kataku menjauhinya.


"Aku sehat, walafiat Mas.


"Kamu tu kebentur kolam atau apa sih Deb? Kenapa menakutkan sekali." Kataku menolak Debby yang tingkahnya semakin tidak bisa dikendalikan.


Aku curiga Debby mengalami benturan sehingga berpengaruh pada otaknya yang biasa jual mahal kalau masalah ranjang, yang biasanya aku harus merayunya mati- matian, tapi sekarang sangat berubah darstis bringas dan menantang.


"Bukannya kamu tadi pagi bilang pelayananku kurang memuaskan?"

__ADS_1


"Eh Debby? Kamu harus ke rumah sakit CT Scan deh kayaknya." Ku jauhkan tanyanya yang terus menggerayangiku. Ku tarik selimut untuk melindungi tubuhku dari tangan Debby yang terus saja menggodaku.


"Mas... Kamu nggak merindukan aku?" Katanya dengan nada menggoda.


"Jangan bikin saya hilang kendali ya Debby! Kenapa terus menggodaku, minum obat nggak!" Sentakku sambil terus menghindari tangan Debby.


"Nanti aja Sayang, obat akan mengurangi kualiatas pelayananku."


"Ya Allah Debby, kamu ini kesambet atau gimana sih deb?"


"Kesambet apa mas? Aku waras Mas. Ayo lah Mas."


"Ayo apa?" Tanyaku bergidik ngeri melihat tingkahnya.


"Bukannya kita sudah lama tidak melakukannya." Bisiknya, Dia mulai mencumbu ku, c*uman pun tak henti- hentinya dilayangkan padaku. Aku benar- benar kewalahan menghadapi sikap Debby yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku tak bisa menolak sejujurnya aku juga sangat menginginkannya hanya saja aku mencoba menghormati keadaan Debby yang sedang kurang sehat, karena kejadian saat dirumah orang tua ku tadi.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2