Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Membujuk Aldo


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 231


"Apa Aldo masih marah sama om dokter ya?" tanya ku kemudian


Ia tak mau menjawabnya.


"Aldo, om minta maaf deh, mbak Debby, om dokter itu sayang... Sekali sama Aldo, om juga minta maaf karena om sudah bawa pergi mbak Debbynya Aldo." bujuk ku lagi


Ia masih tak menjawab ku.


"Aldo, kalau ada orang berdosa itu masuk surga apa neraka?" Tanya ku


"Neraka lah." jawabnya dengan sinis.


"Aldo sayang kan sama mbak Debby?"


"Ya sayang lah!" dan lagi-lagi ia menjawab dengan sangat sinisnya, namun justru terlihat sangat lucu dan menggemaskan bagi ku dan membuat ku tak segan-segan menarik kedua sudut bibir ku karena melihat tingkah lucunya itu.

__ADS_1


"Kalau sayang sama mbak Debby, berarti Aldo nggak mau dong kalau mbak Debby masuk Neraka."


"Maksud om apa?" tanyanya dengan serius, dan akhirnya dia mau juga menoleh ke arah ku.


"Jadi gini Aldo, om sama mbak Debby itu sudah menikah. Semua orang itu juga pasti akan menikah jika udah gede, gede...gede banget. Jadi kalau udah menikah itu harus sama-sama terus. Kalau enggak bisa dosa sayang, allahnya akan murka, jadi kalau allah sudah murka sama kita, nanti masuk lah kita ke dalam neraka. Aldo pasti sudah diajarin kan tentang surga dan neraka sama Bunda Mira?" jelas ku panjang lebar.


Dia mengangguk dan tampak sedang berfikir.


"Bukan, bukan sama Bunda om, tapi sama pak ustad om." katanya


"Wah.. Aldo udah ngaji ya? Subahanallah pinter sekali anak ganteng ni."


Hening


"Tapi kenapa nak?"


"Tapi om, boleh nggak ya kalau Aldo sewaktu-waktu kangen sama mbak Debby, Aldo ketemu sama mbak Debby?" tanyanya


"Oh... Ya jelas boleh dong sayang, buktinya kan sekarang mbak Debby dan om ada di sini sekarang, untuk temani dan jagain Aldo."

__ADS_1


"Oh iya ya om..."


Lucunya anak ini, sejak pertama kali kami bertemu, aku sudah menaruh perasaan sayang ku padanya, Dia sangat tanpan dan juga sangat pandai. Betapa bahagianya jika kelak aku mendapatkan titipan yang seperti Aldo.


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, dan aku menoleh kearahnya ternyata bundalah yang datang namun dengan orang yang tidak begitu aku harapkan. "Ngapain juga bunda bawa mereka kesini." gumam ku di dalam hati


"Om Doni...." panggil Aldo dengan mata yang berbinar-binar.


"Hallo Aldo, jagoan om yang paling ganteng." ucap Doni yang menghampiri Aldo.


Kami tak saling menyapa walau pun jarak kami berdekatan. Aku lebih memilih untuk beranjak dari tempat duduk ku. Berada terlalu dekat dengan Doni membuat ku tidak begitu nyaman.


"Bunda" segera ku hampiri Bunda dan ku kecup punggung tanganya.


"Debby mana nak?" tanya Bunda sreaya mencari sosok Debby dan mengamati di sekeliling kami.


"Masih keluar bun, cari sarapan dan sekalian mau bertemu sama suster Lidia katanya." jawab ku


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2