Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Kesalahan


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 99


"Pasien Rumah Sakit Jiwa masuk kesini, dan menusuk Debby." Jawabku.


"Kok bisa?" Teriaknya, ku bawa Dokter Firman menuju sofa panjang menjauhi ranjang Debby. Dan kami duduk disana, sambil tetap menjaga Debby dari jauh.


"Itu yang masih menjadi teka- teki untuk saya Dok, sepertinya kita perlu ke rumah sakit asal pasien itu di rawat." Kataku.


"Kalau memang nggak waras, harusnya saat keluar dari rumah sakit penampilannya akan tetap sama, kita aja kalau sudah panik nggak mikir baju, iya kan? Tapi ini aneh, dia berpakaian rapi selayaknya orang yang sedang menyamar, Agar bisa dengan mudah masuk ke rumah sakit ini." Kataku pada dokter Firmab.


"Berarti ada dua kemungkinan, orang itu pura- pura gila. Atau memang ada yang memancingnya dan sengaja membuatnya agar mengamuk." Kata dokter Firman.


"Semacam, hasutan Maksud dokter?"

__ADS_1


"Ya kurang lebih seperti itu." Jawaban Dokter Firmab yang sama persis dengan dugaan ku sebelumnya. Yang masih membuatku bertanya-tqnyq adalah kenapa yang di incar Debby, apa Debby mempunyai musuh? Pikiranku tertuju pada satu orang, Vannia. Tapi yang ku tau Vannia saat ini sedang ada di luar negeri.


"Teddy! Mikir apa kamu? Bengong gitu?"


"Bisa di usut lebih lanjut dok? dan yang penting suruh security dokter tu buat lebih berhati- hati lagi dalam menjaga keamanan, Alatnya juga lebih canggih lagi biar tau kalau ada orang bawa senjata tajam. Biar kejadian seperti ini nggak terulang lagi dikemudian hari." Kataku.


"Iya, terus keadaan Debby gimana Ted?"


"Masih saya pantau, nunggu pengaruh obat biusnya hilang."


"Sudah, Bunda nya sudah kesini tadi, tapi harus pulang karena ada keperluan mendesak di Panti." Jelasku, kami melihat ke arah Debby saat ini.


"Kasihan anak itu, ada saja yang menimpanya. Setelah bercerai di usia nya yang masih sangat muda, sekarang harus jadi korban penusukan dan kamu lagi yang harus menjaganya. Coba kalau mau diajak balikan sama mantan suaminya, pasti ada yang jaga." Kata Dokter Firman yang menatap Debby dari tempat duduknya. Dan membuat emosiku menjadi naik pada puncaknya. Aku beranjak dari tempat dudukku.


"Keluar dok!" Seruku seraya menunjuk ke arah pintu.

__ADS_1


"Lah kenapa? Apa salah saya?" Tanya dokter Firman.


"Kesalahan dokter banyak, dokter nggak bisa jaga rumah sakit sampai- sampai harus jatuh korban, dan sekarang dokter harus keluar karena Debby nggak butuh dijenguk sama dokter." Kataku, ku tarik tangan dokter Firman dan membawanya keluar dari pintu.


"Apa- apaan kamu Ted, Debby karyawan saya."


"Debby nggak butuh atasan yang nggak bisa melindunginya dengan baik." Bruk... Ku tutup pintu kasar setelah memastikan dokter Firman sudah ada di Luar pintu.


Ku hela napas panjang setelah pintu benar- benar tertutup sempurna "Astaga... bisa- bisanya nyuruh Debby balikan sama mantannya. Kurang ajar sekali dokter Firman!" Gerutuku, ku usap wajahku dengan kasar. Kembali ku dekati Debby dan duduk di sampingnya. Ku periksa Debby sebagaimana dokter memeriksa pasiennya. Saat tanganku mendekati wajah Debby dan ingin membelainya, lagi- lagi tanganku terhenti, pintu di buka dengan tiba- tiba.


"Teddy..." Mama datang mengejutkanku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2