
Aku Bukan Rahim cadangan
Part 68
POV Debby
Setelah aku mendapatkan ponselku kembali aku segera pergi menuju ke kantor polisi. Tidak mudah untukku mendapatkan kembali ponselku. Aku harus melewati perdebatan panjang dengan Mas Doni dan berlangsung cukup lama, karena ternyata mas Doni telah menyuruh orang mengunci pintu saat aku hendak keluar. Kami terus bersilang pendapat, hingga akhirnya kami mencapai sebuah kesepakatan. Awalnya Mas Doni bersih keras hanya akan membebaskan Dokter Teddy dan mengembalikan poselku dengan syarat aku harus rujuk dengannya, Aku tetap menolaknya.
Hingga akhirnya Mas Doni menyerah, ia sudah tak mampu lagi memaksaku dan membujukku, Mas Doni mengubah persyaratannya dengan memintaku untuk makan siang makan siang bersamanya dan kedua orang tuanya, bersandiwara pada kedua orang tuanya untuk mengatakan bahwa aku belum bercerai darinya. Aku pun terpaksa meng iyakan nya tak ada pilihan lain, saat ini tak ada yang bisa membantuku, aku berasa di kandang singa ini sendiri, ceroboh sedikit saja bisa membuatku celaka. Ku tegaskan padanya bahwa itu hanya untuk hari ini saja. Dan dia menyetujuinya.
Kami menghabiskan banyak waktu karena kedua orang tua mas Doni sempat mengajakku pulang bersama mereka. Aku dan Mas Doni harus pintar- pintar mencari alasan yang tepat. Akhirnya aku beralasan masih harus dinas di luar kota dan mereka percaya.
"Debby, terimakasih sudah mau bertemu dan membantuku." Kata Mas doni setelah kepergian kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Jangan lupa janjimu!" Tegasku lalu pergi, ia hanya membalasnya dengan senyuman ku harap dia tak ingkar janji.
Aku bergegas ke kantor polisi, sebelumnya aku mencoba menelepon kembali dokter Teddy namun ponselnya mati.
"Pak, bisa bertemu dokter Teddy?" Tanyaku begitu sampai di kantor polisi.
"Dokter Teddy? Sudah keluar dari 4 jam yang lalu Mbak." Jawabnya.
Aku meninggalkan kantor polisi, ku hubungi dokter Firman, dia pun tak mengangkatnya. Aku rasa dia sedang sibuk setelah meninggalkan rumah sakit pada jam kerja.
Aku bergegas kembali ke Apartemen, aku kira dokter Teddy ada disana. Tapi Ternyata nihil, apartemen pun kosong. Ku ambil napas setelah begitu lelah berlari kesana kemari. Ingatanku sekarang adalah rumah sakit. Aku kembali turun dan pergi kesana.
"Pak, lihat dokter Firman atau dokter Teddy kesini nggak?" Tanyaku pada security yang ku titipi koper sebelumnya.
__ADS_1
"Dokter Firman sih ada, tapi..." Tak pikir panjang, Aku bergegas ke ruangan dokter Firman. Aku sangat ingin bertemu dengan dokter Teddy saat ini, aku harus minta maaf padanya atas apa yang terjadi hari ini.
Tok... Tok... Tok... Ku ketuk pintu dokter Firman, aku harus lebih sopan kali ini. Aku tak mau membuatnya marah lagi.
"Masuk" Serunya. Aku segera membuka pintu.
"Sore dok." Sapaku, ku lihat dokter Firman hanya sendiri, tanpa dokter Teddy disana. Perasaanku pun mulai resah.
"Debby? Ada perlu apa lagi? Bukanya kamu sudah pulang tadi?" Tanyanya membuatku bingung.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1