Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
pilihat Tepat


__ADS_3

Aku bukan rahim Cadangan


Part 172


"Kenapa sayang? Kenapa kamu diem aja? Kamu masih memikirkan Vannia?" Tanyaku dengan lembut.


"Bagaimana kalau Vannia memecatku Mas?" Keluhnya dengan wajah tampak cemas.


"Mana mungkin dia bisa memecatmu lalu saya lah yang nantinya akan menjadi..." Ku urungkan niatku untuk melanjutkan kata- kataku.


"Menjadi apa?"


"Menjadi, menjadi pelindungmu nanti."


"Memangnya kita mempunyai kekuasaan apa untuk melawan keluarga Atmajaya? Malah kamu mengancamnya. Kamu nggak denger tadi dia bilang apa? PERAWAT BIASA. Dan sebentar lagi dia akan bilang juga bahwa kamu hanyalah DOKTER BIASA." Terangnya yang membuatku tak bisa lagi menahan tawa.


"Kenapa malah ketawa gitu mas? Ini aku serius! Kamu tau kan? Bekerja di dunia medis itu impianku, bahkan harusnya tu aku jadi seorang dokter seperti kamu Mas tapi semua itu gagal."


"Apa kamu yakin dengan IQ kamu, cukup untuk jadi dokter?" Kataku menggodanya.

__ADS_1


"Apa kamu baru saja menghinaku?"


"Bercanda... Kita bahas yang lain saja ya, biar kamu nggak kepikiran soal vannia." Usulku, dia mengangguk Pelan.


"Baiklah Debby, Jadi saya kan sudah menghabiskan tabungan untuk beli apartemen kita dan saya juga belum mendapat pekerjaan lalu..."


"Jangan membahas hal yang sensitif kita kan baru saja bertemu. Kamu lupa, kalau aku juga bekerja, tenanglah, aku yang akan mengurusmu selama kamu menganggur, makanya jangan cari masalah sama Vannia, lagipula kenapa harus beli apartemen, seharusnya sewa aja." Jawabnya begitu santai, jawaban Debby membuatku semakin yakin bahwa pilihan ku padanya sangatlah tepat. Sekalipun aku tidak bersungguh- sungguh dengan keadaanku namun jawaban Debby sempat membuatku trenyuh. Begitu ikhlasnya dia sebagai istri.


"Katakan saja apa yang mau kamu beli, aku akan membelinya untukmu." Sambungnya penuh percaya diri.


"O ya? Kalau begitu nanti kita mampir belanja kebutuhan apartemen, dari alat mandi sama makanan." Kataku,


"Oke."


🌸🌸🌸


Sesuai rencana kami tadi, kami menyempatkan diri untuk membeli makanan dan sedikit peralatan untuk kami tinggal di Apartemen.


"Apa yang kamu lakukan Mas?" Tanyanya saat ku ambil sebuah sabun cair yang ku rasa sangat baik dan wangi diantara yang lain.

__ADS_1


"Saya? Saya ambil yang saya butuhkan, tadi kamu bilang kamu suruh saya beli yang saya butuhkan." Jawabku seraya memasukkannya ke dalam keranjang.


"Jangan, jangan yang itu, lebih bagus ini lembut, wangi." Katanya mengembalikan sabunku dan menggantinya dengan pilihannya.


"Debby, saya maunya yang itu, saya nggak mau yang ini, yang ini kurang wangi. Lagi pula dari harganya aja udah jelas lebih bagus punya saya."


"Sayangku, kamu kan udah ganteng, jadi nggak perlu pake yang mahal- mahal juga tetep ganteng kok Mas." Ucapnya seraya mengembalikan lagi sabun pilihanku.


"Saya nggak mau, saya biasa pake yang ini kalau disini Debby." Kembali ku ambil sabun yang ku inginkan.


"Tapi_ tapi aku maunya yang tadi sayang." Rayunya.


"Kalau gitu ambil dua- duanya aja."


"Apa?"


"Iya, ambil dua- duanya aja." Putusku.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2