Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Minuman pemberian Mama


__ADS_3

Aku bukan rahim cadangan


Part 199


POV Debby


Aku mengerjap saat ku dengar suara alarm dari ponselku, segera ku raih dan ku matikan. Waktu sudah menunjukkan hampir setengah 6, sepertinya aku sedikit terlambat untuk beribadah subuh. Saat ku buka mata, ku lihat di sekelilingku tak ada orang, ku periksa tubuhku yang masih bersembunyi di dalam selimut tebal. Ku sunggingkan senyumku kala mengingat kejadian tadi malam. "Kenapa bisa seperti itu?" Gumamku bertanya.


Terdengar suara keran dari kamar mandi. Sepertinya Mas Aska sedang mandi. "Apa dia juga telat bangun sepertiku?" Gumamku. Netraku berkelana, segera ku lilitkan selimut di tubuhku dan ku ambil pakaian yang di lempar asal tadi malam.


Tiba- tiba pintu kamar mandi dibuka, aku meloncat dan kembali berbaring di atas ranjang, pura-pura tidur akan lebih baik, dari pada menanggung malu karena ulahku semalam. Biarlah dia berangkat atau beraktifitas di dapur dan barulah aku akan membuka mata.


"Nggak usah pura- pura. Kalau baju kamu ada di dalam selimut, kenapa nggak segera memakainya?" Tanyanya mendekatiku, merebahkan tubuhnya di sampingku. Sepertinya dia tau aku kalau aku sudah mengambil pakaianku. "Huuuaaah" ku ubah posisiku memunggunginya.


"Akting... apa mau dibantu pake bajunya?" Katanya memainkan tangannya di pundakku, sepertinya dia sedang membalas untuk menggodaku.


Aku terperanjat dan membalikkan badanku, aku terperangah saat melihatnya masih telanjang dada dengan hanya memakai handuk yang dililitkan "nggak perlu, Pakai bajumu! Kalau seperti ini kamu bisa mengganggu penglihatan ku!" Kataku lalu Ku tepis tangan yang mulai bergerilya itu.

__ADS_1


"Kenapa jadi galak? Kamu juga kan sudah lihat semuanya. Bukanya semalam..." Dengan sigap, ku tutup mulutnya dengan tanganku.


"Jangan berlebihan, itu cuma karena aku kurang sehat saja. Jangan dibahas! Aku mandi dulu."


Aku berlari ke kamar mandi dengan selimut dan pakaian di tangan. Karena akan lebih malu lagi jika aku terus menanggapinya.


"Buruan mandinya, piring kamu sudah menunggu untuk dicuci. Piring buat sarapan udah nggak ada tuh." Ucapnya setengah berteriak, aku tau dia sedang menyindirku karena aku hanya membeli 2 buah piring saat belanja hemat kemarin.


"Iya... Iya" Jawabku.


Aku segera ke dapur dan mengerjakan pekerjaanku setelah melakukan sembahyang subuh. Ku lihat Mas Aska sedang menyiapkan sarapan dengan memanaskan makanan pemberian dari Mama semalam.


"Itu pemberian Mama, enak, coba aja" Jawabku.


Dia membuka dan menciumnya. Ku ambil gelas dan ku berikan padanya.


"Ini enak banget, cobain, habis minum ini badan tu rasanya gimana gitu, seger gitu deh pokoknya." Jelasku.

__ADS_1


"Kamu minum ini? Kapan?"


"Iya, Waktu kamu tinggal aku di mobil, pas beli obat alergiku"


"Pantes."


"Kenapa?"


"Pantes, kamu agresif sampe saya nggak bisa berkata-kata, kamu..."


"Sudah ku bilang jangan dibahas." Protesku.


"Lain kali tu minum jangan asal minum, pertama alkohol dari Vannia hampir saja kamu minum di pesta Kakek, Sekarang ramuan peningkat g*irah kamu minum. Apa Indra penciuman mu itu sudah benar- benar tidak berfungsi lagi?" Katanya membuang botol minuman itu ke tempat sampah.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2