
Aku bukan rahim cadangan
Part 230
"Kamu belum mandi kali mas." ucapnya
"Udah kok, aku udah mandi sebelum ke mushola tadi, udah wangi kayak gini masa iya mereka nggak cium harumnya."
"Sabar mas, makanya jadi orang jangan suka galak-galak, jadi takut semua kan mereka." ucap Debby seraya mengusap lembut punggung ku
"Kenapa kamu nggak bilang, kalau kamu bawa sajadah?"
"makanya, uda berapa kali aku bilang bangun jangan mendahului ku. itu bunda yang bawa kok mas." jawabnya
Melihat aldo yang masih terbaring, mengingatkan ku kembali pada peristiwa yang dialami oleh Debby . Selama aku belum pulang ke ibu kota, memang aku tidak pernah membahasnya samasekali deokter Firman. Sepertinya tak ada salahnya jika aku bertanya tentang hal itu pada Debby.
Debby apa Dokter Firman tidak pernah membahas soal teragedi yang kamu alami waktu itu? Setelah saya kembali ke USA?
"Itu bukan sebuah penusukan mas, itu murni sebuah kecelakaan." jawabnya
__ADS_1
"Oh ya... Dari mana kamu tau?"
"Ya kan emang kayak gitu mas, dan lagi nggak ada hukum bagi orang gi*A kan mas."
"Iya, tapi kan harus tetap kita selidiki Deb, waktu saya belum kembali ke USA kan saya dan dokter Firman sempat pergi ke rumah sakit jiwa itu dan diteruskan sama dokter Firman dan Papa." jelasku kembali
"Oh, iya papa sebelum kamu pulang ke ibu kota, papa sempat datang ke panti dulu, sebelum aku tau jika papa adalah papa kamu."
"Papa? Ke panti? Menemui kamu sendiri?"
"Iya papa datang dan membahas hal tersebut, papa menyuruhku untuk melupakan kejadian kasus itu. Karena itu murni sebuah kecelakaan. Ya aku ikuti, toh bagi ku memang semua itu murni sebuah kecelakaan kan."
Kruuuukkk,kriurrr tiba-tiba aku mendengar suara dari perut Debby sontak membuyarkan segala pikiran ku tentang papa.
"Sepagi ini?" tanya ku
"Hihi, titip Aldo ya mas, aku pergi cari sarapan dulu."
"Biar saya saja yang cari, kamu disini saja. Lagian nanti pasti Aldo akan mencari mu jika dia terbangun nanti." cegah ku seraya memegang tanganya.
__ADS_1
"Jangan-jangan, aku mau sekalian ketemu sama mbak Lidia kok mas."
"Oh ya udah." ku suguhkan pipiku dan dia mengecupnya, tak lupa juga dia memberikan bonusnya di bibir ku.
"I Love U sayang," ucap ku sebelum dia pergi meninggalkan ruangan ini.
"I Love u too mas, bay-bay." balasnya
Tak belselang lama setelah kepergian Debby, Aldo pun terbangun dan aku segera bergegas mendekatinya.
"Pagi ganteng." sapaku seraya tersenyum semanis mungkin didepan Aldo, dia membuang muka, ternyata dia masih juga marah pada ku.
"Mbak Debby mana?" ketusnya
"Mbak Debbynya lagi pergi sayang, cari makanan." jawab ku dengan lembut, sabar itu yang ku coba untuk menghadapi Aldo saat ini, aku tau Aldo seperti ini karena dia sangat menyayangi Debby.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..