
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 83
Aku katakan semua keputusan akan aku serahkan pada Debby kalau Debby menjadi istriku. Ku pukul telak Papaku. Dia menginginkan aku dan aku menginginkan Debby, dia memanfaatkan keadaan dan aku pun sama. Hanya saja cara kerja kami berbeda. Papa memberikan jawaban pasti dan aku memberikan jawaban yang samar.Tapi Aku yakin, dengan begitu Papa pasti akan berusaha mendapatkan Debby. Walaupun tidak menutup kemungkinan Papa akan menghasut Debby. Masa bodo itu bisa diurus nanti, yang penting sekarang adalah memiliki Debby terlebih dahulu.
Setelah Mama menyetujui keinginanku yang berarti papa pun juga, aku mewanti- wanti mereka untuk jangan sampai Ana mengetahui semuanya. Karena pagi ini, Ana pasti ada di rumah setelah pulang dari shift malam.
ponselku berdering, Mama menghubungiku lagi saat aku hendak ke kamar mandi membersihkan diri untuk pergi ke acara seminar.
"Halo, Ma. Assalamualaikum." Jawabku
"Waalaikumsalam Ted, kamu ini mau ikut nggak sih? Ini mama sama papa udah siap nunggui kamu." Tanya Mama, ku lihat jam dinding di kamarku, waktu masih menunjukkan pukul 06.30.
__ADS_1
"Sepagi ini bertamu? mau minta sarapan atau ngelamar ma?" Gumamku.
"Halo Teddy..." Sentak Mama setalah mendengar tak ada jawaban dariku.
"Iya Ma, nggak Ma, Teddy masih ada seminar pagi ini."
"Oh... Ya udah kalau gitu, ni mama perlu bawa apa Ted?"
"Loh kok gitu, malu dong mama, ke panti nggak bawa apa-apa."
"Lebih malu lagi kalau Mama bertamu sepagi ini. Bawa buat anak- anak aja." Ucapku memberi saran.
"Ya kan Mama mau mampir beli sesuatu dulu. Lagian Papa ku ada Meeting jam 10. Ya sudah mama pergi, sekarang. Assalamualaikum" Tutup Mama.
__ADS_1
"Waalaikumsalam. Jangan lupa Bismillah ya Ma..." Ku sunggingkan senyumku setelah ku tutup telepon dari Mama
"Gini banget mau nikah, ribet." Gerutuku
POV Bunda Mira
Teddy baru saja menghubungiku, dia berkata bahwa kedua orang tuanya, yang tidak lain adalah Bu Widia dan Pak Atmajaya akan ke panti untuk membicarakan tentang pinangannya yang kemarin. Aku tau Dokter Teddy orang yang baik, dari sejak pertama kali dia datang ke panti satu tahun yang lalu dan menitipkan Debby padaku sebelum dia pergi, yang seharusnya Doni lah yang melakukan itu, namun justru dia yang bukan siapa- siapa Debby lah yang melakukannya. Dari caranya menyikapi sebuah hubungan dan tidak ingin bermain- main dengan wanita dengan menyegerakannya ke jenjang yang serius juga mencerminkan bahwa ia adalah laki- laki yang bertanggung jawab, bahkan ia tak mau melewati masa pacaran seperti anak-anak jaman sekarang. Itu yang membuat ku semakin yakin bahwa dia memang benar- benar menghargai seorang wanita.
Tapi yang membuatku masih mempertimbangkannya adalah keluarganya yang ternyata bukan orang sembarangan. Aku tidak mau, hanya karena ketidak tahuan atas pernikahan Debby dan Teddy membuat Debby suatu hari nanti mendapatkan masalah lagi seperti pernikahanya yang pertama. Yang ku pikirkan hanya kebahagiaan Debby saat ini. Oleh karena itu, aku menyarankan agar kedua orang tua dokter Teddy untuk datang ke panti walau aku dan tak memaksa setelah mendengar masalah diantara dokter Teddy dan orang tuannya, Namun sebagai laki- laki yang serius untuk melamar Debby, dokter Teddy tetap berusaha menuruti permintaanku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1