Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Begitu Cantik Dan Anggun


__ADS_3

Aku bukan Rahim Cadangan


Part 149


Sedangkan Debby, dia lebih memilih untuk bungkam, tidak membahas sama sekali kejadian antara dirinya dan mantan mertuanya ataupun bunga tanpa nama itu. Sampai detik ini pun dia tetap bungkam merahasiakan semuanya dariku. Walaupun demikian aku tak mau berprasangka. Mungkin Debby sedang menjaga perasaanku. Berhubungan jarak jauh tidak lah mudah, berusaha berpikir positif pada pasangan dan saling percaya adalah kuncinya, itu lah yang saat ini kami tanamkan dalam hubungan kami. Mendengar penuturan dari Mama, bahwa Debby mengatakan di depan mantan mertuanya dan Mama bahwa dia sangat mencintaiku, itu sudah cukup bagiku. Tapi sikap Debby yang lebih memilih untuk bungkam membuatku merasa semakin bersalah padanya.


Hingga beberapa waktu lalu Debby, menghubungiku dan mengatakan bahwa hari ini dia akan ke London bersama Dokter Firman, menghadiri pameran alat kesehatan yang akan di adakan besok hingga lusa di London, tempatku tinggal saat ini. Awalnya Debby menolak, tapi dia bilang kakekku tidak menerima penolakannya. Dari sini aku yakin bahwa kakek sengaja melakukan semua ini. Karena sempat beberapa waktu lalu, setelah Debby keluar dari rumah sakit akibat luka tusukan yang sampai saat ini belum diketahui dalangnya, aku memohon untuk mengirim Debby kemari agar kami bisa honney moon. Tapi kakek menolak, dengan alasan belum menemukan momen yang tepat katanya.


Hampir setiap hari Debby selalu mengeluh akan ketakutannya naik pesawat, tapi aku terus menenangkannya dan membujuknya. Bertemu dengan Debby itu adalah momen yang sangat langka, bagaimana aku tidak mati- matian mendukung dan membujuknya.

__ADS_1


Pesawat dokter Firman dan Debby akan tiba malam ini. Aku sudah menunggu di Bandara untuk menjemput mereka berdua, tak lupa ku bawa mantel tebal dan syal untuk Debby ku tersayang. London sedang musim dingin dan aku ingat sekali kalau Debby tidak begitu tahan dingin cuaca dingin.


Aku berdiri di depan pintu penjemputan dengan perasaan yang campur aduk, bahagia dan berdebar- debar rasanya. Sesekali ku sunggingkan senyumku saat mengingat pertemuan pertamaku di Bandar Jakarta dengan Debby, pertemuan yang begitu konyol namun mampu membuatku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama.


Tak berselang lama, terlihat sosok Debby dan dokter Firman membawa koper dan melambaikan tangannya padaku.


"Subhanallah" Gumamku saat melihat penampilan baru Debby istriku tercinta, yang begitu anggun dengan pasmina warna coklat susu yang ku kirimkan beberapa waktu lalu, saat pertama kali aku tau bahwa Debby merubah penampilannya. Namun semua jauh diluar bayanganku, Debby terlihat begitu cantik, anggun dan lebih dewasa dengan setelan tunik dan hijab yang senada.


"Teddy... kamu sudah disini rupanya." sangat disayangkan bukan Debby yang menyambut ku, justru dokter Firman yang datang ke pelukanku. Debby yang berada di belakang dokter Firman terlihat menutup mulutnya dengan tangan, sepertinya dia sedang menertawakanku.

__ADS_1


"Heemmm" jawabku menepuk punggung dokter Firman.


"Hai Debby," Sapaku yang mendekatinya setelah dokter Firman melepas pelukannya.


"Hai dokter." Jawabnya tersipu.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š

__ADS_1


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2