Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Dikacangi


__ADS_3

Aku bukan Rahim cadangan


Part 221


Jawaban yang sangat logis dan cerdas keluar tanpa menggunakan perasaan. Aku kira sekarang aku sedang membicarakan perasaan dan menyelesaikan masalah hati dari hati ke hati, Tapi nyatanya semua itu salah.


"Apa kamu sedang bermain logika lagi mas?" tanyaku yang sudah merasa sangat lelah.


"Logika? Debby, saya masih ada urusan, kamu kekamar Aldo dulu ya temani Bunda, nanti saya segera kembali." ucapnya kemudian


"Hah?"


"Ambil uang ini, jikq sewaktu-waktu kalian membutuhkan sesuatu." ucapnya yang segera mengeluarkan dompet dari saku jaketnya dan mberikan uang pada ku, karena aku memang tidak membawa sepeserpun uang pada saat kemari.


"Saya pergi dulu." pamitnya seraya mengecup dahi ku


"Mau kemana?"


"Penting, Sebentar saja."

__ADS_1


"Apa kamu akan membiarkan aku berkeliaran dengan mengenakan piyama seperti ini? Belum sarapan, dan belum juga mandi." keluh ku


"Mandilah disini, beli lah sarapan dikantin kalau enggak pesan delivery. Jangan manja dulu, setidaknya untuk hari ini, libur dulu manjanya. Nanti setela urusan saya selesai, saya akan segera kesini membawakan baju ganti untuk kamu. Kita akan bermalam disini, untuk menjaga aldo biarlah bunda pulang istirahat di rumah."


"Masalah panti?" tanya ku, pembahasan tentang keinginan ku untuk tinggal di panti memang belum selesai.


"Kita akan bicarakan lagi nanti ya sayang, saya pergi dulu, Assalamuallaikum." pamitnya sembari mengecup dahi ku lalu pergi meninggalkan ruangan ini.


"Haruskah aku menjawabnya, ya walaikumsalam."


Ku hembuskan nafas pasrah ku, jika memang sudah sifatnya dan watak suami ku maka aku harus menerimanya, harus kebal jadi istri yang di kacangi.


Atmajaya Groub menghubungiku hari ini rapat pemegang saham dilakukan untuk membahas tentang proyek-proyek Kevin yang mengalami banyak kendala karena kurangnya perencanaan dan terlalu dipaksakan. Sepertinya Kevin mengiming-imingi para pemegang saham dengan menjanjikan keuntungan yang besar dan tanpa perencanaan yang matang.


Sesuai dengan data yang telah papa kirimkan kemarin. Lagi-lagi kevin membuat keadaan perusahaan menjadi sulit. Dengan memaksa keinginanya.


Tak ada lagi pilihan, lebih baik mencegah dari pada mengobati walau ke datangan ku akan menimbulkan banyak asumsi publik.


Aku bergegas kembali ke apartemen untuk menganti pakaian, lalu aku segera menuju atmajaya grub dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Aku berhenti tepat di depan lobby gedung perusahaan atmajaya grub, segera ku temui bagian resepsionis.


"Selamat pagi mbak? Bisa saya bertemu dengan pak Atmajaya? Atau bisa tunjukan saya dimana ruang rapat?"


"Maaf pak, apa sudah ada janji?"


"Belum, kebetulan keperluan saya mendadak, jadi ngak sempat membuat janji." jawab ku


"Kalau begitu, bapak bisa tunggu sebentar, silakan duduk disana mas Ganteng. Eh keseleo maksud saya bapak." ucapnya seraya tersenyum, entah senyum apa itu, yang pasti senyum itu tidak biasa.


"Tapi saya buru-buru, bisa nggak mbak informasinya dipercepat?" pintaku, sebelumnya sudah ku coba untuk menghubungi papa tetapi tidak ada jawaban, mungkin rapat sudah dimulai.


"Kenapa harus terburu-buru pak, lebih baik santai dulu kan baru datang. Lagi pula pak Atmajaya nya sedang ada rapat."jawabnya


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2