
Aku Buakn Rahim Cdangan
Part 72
"Lihat saja Mbak, aku akan membalasnya. Kamu boleh saja menyakitiku, tapi tidak adik- adikku dan Bunda ku." Kataku dalam hati.
"Ya udah Bund, besok aku coba kasih proposal ke pihak rumah sakit atau yang lainnya." Bujukku pada Bunda.
Saat ini aku harus benar- benar kerja keras untuk membantu Bunda dan adik-adikku, tak akan ku biarkan adik- adikku terlantar dan kelaparan.
__ADS_1
Prov Debby
Satu tahun kemudian.
Satu tahun berlalu setelah kepergian dokter Teddy. Donatur panti pun kami dapat tak lama setelah aku mengajukan proposal ke Adijaya hospital, Bu Widia istri Pak Atmajaya adalah salah satunya, Dokter Firman yang merekomendasikan panti kami ke padanya. Satu masalah akhirnya telah selesai.
Setelah kepergian dokter Teddy, aku dihadapkan dengan beberapa kali perceraian yang cukup menguras tenaga kuh, butuh waktu beberapa bulan Karen Mas Doni agak mempersulit ku. Segala upaya ku usahakan agar perceraian cepat terlaksana. Apa yang dilakukan Mas Doni dan Mbak Linda membuatku semakin mantap untuk tidak lagi berhubungan dengan mereka. Tak jarang aku menumpahkan kekesalanku pada Mbak Linda saat beberapa kali menghadapi persidangan. Serasa sudah dibuat mainan olehnya, Mbak Linda juga yang dulu cepat- cepat mendaftarkan pernikahan ku dengan Mas Doni secara resmi. Kalau saja tidak, pasti tidak akan merepotkan ku seperti sekarabg ini. Hanya dengan kata talak berakhir lah hubunganku, tidak perlu membuang tenaga. Perjuanganku selesai saat ketok palu persidangan memutuskan aku dan mas Doni telah resmi bercerai. Sujud syukur ku ucapkan saat itu. Berbeda dengan Mas Doni yang terlihat masih belum menerima perceraian kami. Sejak saat itu aku dan Mas Doni ataupun mbak Linda tak pernah lagi bertemu.
Dan apa kabar dengan orang tua mas Doni? Yang ku dengar mereka ke Bandung dan mengurus bisnisnya yang bermasalah disana setelah pertemuannya denganku waktu itu. Karena tak mungkin menyuruh Mas Doni kesana sementara mbak Linda sedang dalam kondisi hamil pada saat itu. Mereka sempat kesini sebelum ke sulawesi untuk menemui Bunda saat itu Bunda ke apartemen, alhasil mereka gagal menemui Bunda, Syukurlah.
__ADS_1
"Debby, nanti pulang kerja ikut mbak yuk, ke Mall, cari souvenir dan perlengkapan pernikahan lainya." Kata Mbak Lidia, Mbak Lidia akan segera melangsungkan pernikahannya dengan mas Radit di bulan ini.
"Besok aja mbak, nanti kemaleman, aku kan pulang jam 8." Jawabku, kami sedang ada di kantin Rumah sakit sekarang. Mbak Lidia adalah orang yang paling berjasa padaku, dia jugalah yang selama ini mengantarku dan menemaniku saat aku menghadapi sidang perceraian dengan mas Doni.
"Ya sudah, besok ya Deb? O ya Deb, gimana Apa dokter Teddy sudah bisa di hubungi?" Tanyanya, ku gelengkan kepalaku lalu menyesap teh di hadapanku.
"Sabar ya Deb, kenapa nggak coba lewat Instagram atau sosial media yang lain?"
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π