
Tepat pukul 10 pagi Debby baru sampai di rumah, dengan langkah gontai ia memasuki ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" sapa Debby.
"Waalaikumsalam" jawab Linda.
"Deb? Kenapa kamu baru pulang? Biasanya setengah 9 sudah pulang?" Tanya Linda yang duduk di ruang tamu, sebelumnya Debby sudah mengabari Linda semalam bahwa Debby dobel shift.
"Iya mbak, ada pasien masuk dadakan, yang lain belum pada datang, jadi aku bantui!" Jawab Debby sambil mengambil air minum.
"Kamu pasti kecapean ya, karena dobel shift, sampe-sampe kemarin seharian nggak pulang?udah mandi dulu gih, terus makan baru tidur!" Seru Linda.
"Iya mbak, o ya Mbak, ini ada Vitamin, minum sehari sekali aja!" Kata Debby memberikan Vitamin untuk Linda yang dibawanya dari rumah sakit.
"Ya ampun Debby makasih ya, kamu baik banget sih."
"Iya mbak sama-sama, aku ke atas dulu ya" Pamit Debby.
Rasa kantuk Debby yang sudah tidak bisa lagi ia tahan membuat Debby tertidur tanpa menganti baju atau pun mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
Hampir 6 jam tertidur membuat Perut Debby semakin terasa sangat lapar, ia segera bangun, dan segera membersihkan kotoran yang ada di matanya. Sayup- sayup terdengar suara tawa wanita dan laki- laki.
"Siapa ketawa? Bukannya Mas Doni seharusnya sedang bekerja?" Gumam Debby, ia pun segera membersihkan diri sebelum makan siang.
Debby berjalan menuju meja makan, namun langkahnya terhenti saat terlihat Doni dan Linda sedang bermesraan di ruang TV, Pemandangan yang begitu Debby harapkan terjadi pada dirinya dan Doni.
"Aniversary kita, kamu mau bulan madu lagi nggak yang?" Tanya Doni pada Linda seraya membelai wajah Linda.
"Aku pengen ke Bali sayang!" Jawab Linda.
"Bukannya tahun lalu sudah kesana?"
Debby hanya bisa bergeming bahkan di pernikahannya yang masih sangat baru, dia tak pernah merasakan yang namanya bulan madu, duduk bersandar dan ia benamkan wajahnya pada kedua kakinya, di balik dinding dimana Doni dan Linda sedang bersama. Teringat janji Doni yang akan bersikap adil, adil seperti apa yang di maksud suaminya itu.
"Debby..." Panggil Doni lembut menyentuh pundak Debby yang masih bergetar menahan tangis, Debby tersentak, tanpa ia sadari saat ini Doni sudah duduk berjongkok di depannya.
"Maaf kan aku, kamu jangan bersedih, dia lebih membutuhkan ku saat ini, aku harap kamu mau mengerti Deb! kamu tahu keadaan Linda sedang sakit." Kata Doni sembari menghapus air mata Debby yang jatuh.
"Saya janji, pasti akan berusaha..."
__ADS_1
"Sudah Mas, nggak papa kok, Debby ngerti, dan Debby akan memakluminya!" Jawab Debby yang sudah lelah menunggu janji Doni yang akan bersikap Adil.
"Deb, nanti aku akan ajak kamu bulan madu, kalau sudah waktunya!" Kata Doni mencekal tangan Debby yang hendak meninggalkannya.
"Aku tidak butuh janji!" Jawab Debby tegas dan melepaskan pegangan tangan Doni lalu pergi ke dapur. lalu Doni mengikuti Debby.
"Tadi aku sudah beliin kamu ayam bakar madu, makanlah!" Kata Doni menyodorkan kotak berwarna putih pada Debby yang terlihat sedang mencari sesuatu dimeja makan.
"Mas..." Suara Linda tiba- tiba memanggilnya.
"Iya sayang" jawab Doni sambil berteriak, Doni lupa bahwa ia harusnya mengambil air untuk Linda, dengan cepat Ia pun segera menuangkan satu gelas Air dan pergi menemui Linda yang sedang duduk didepan TV.
Sayang, panggilan yang bahkan tak pernah keluar dari mulut Mas Doni untukku namun mereka setiap hari mengucapkannya di depan mataku. Ku hembuskan nafas kasarku, ku tahan sekuat tenaga agar air mataku tak kembali berjatuhan. Aku bergegas menuju meja makan, ku buka kotak kardus pemberian Mas Doni, disana terlihat ayam bakar madu lengkap dengan nasi dan sambalnya. Aku tak mau membuang tenaga dengan terus menangisi hal yang mustahil untuk ku gapai. Aku segera menyantap makanan itu, setidaknya Mas Doni masih ingat bahwa ada aku juga di sini dengan membelikan makanan ini untuk ku.
Aku beranjak ke kamar setelah menyelesaikan makan siangku, beralih ke perutku, ku lirik di ruang tv masih ada mas Doni dan Mbak Linda yang masih bercanda gurau "Baru berapa menit janji- janji sekarang sudah mesra- mesran lagi!" Keluhku kesal. Tak mau mengganggu, aku pun pergi ke kamar memainkan gawai sambil membuka IG- ku. Sebuah notifikasi pesan masuk di ponselku, segera ku buka dan ternyata mbak Lidia mengirim pesan bahwa ia ingin mengajakku pergi ke Mall membuang rasa penat. Aku pun mengiyakannya, dan segera bersiap-siap. berada di rumah seharian dengan pemandangan yang membosankan tidak baik untuk kesehatan otak dan jantungku. Segera ku ambil jaket, sepatu dan helem pinkki lalu pergi dengan motor kesayanganku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
__ADS_1