
Aku bukan rahim cadangan
Part 178
"Waktu tidak harus disini, bisa di rumah kan?"
Hening
"Saya terpaksa Deb, mengertilah, kata- kata kamu di dalam taksi satu tahun yang lalu itu terus menghantui saya. Saya terlalu takut kehilangan diri mu, saya tau saya salah, saya cuma ingin kamu mengerti dan membedakan bahwa ini adalah saya, Teddy, bukan Doni Debby." Jelasnya panjang lebar.
"Apa aku pernah mengatakan kalau kamu seperti itu? kamu terlalu takut dengan pikiranmu sendiri Mas." Jawabku, apa yang bunda sampaikan mampu membuka mata dan hatiku, ku turunkan Ego dan ku gunakan hati nuraniku.
"Jadi kamu memaafkan saya Deb? Kamu nggak akan meninggalkan saya kan?" Tanyanya seraya menatapku.
"Aku kan bilang mau ke rumah bunda bukan meninggalkanmu, siapa juga yang mau jadi janda dua kali Mas. Mana mungkin aku membiarkan dokter tampan bebas berkeliaran yang jelas- jelas model sekelas dan terkenal seperti Vannia aja ngantri." Sindirku dia pun tersenyum samar.
"Terimakasih Debby." Ucapnya singkat. Lalu mendekatiku. Ku telan ludahku karena dia terus mendekatiku, memangkas jarak diantara kami, mataku membulat sempurna saat ku lirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam. "Telat." Segera aku beranjak dari tempatku.
__ADS_1
"Kenapa Deb?"
"Sudah jam 9 Mas Aku harus segera berangkat, bahkan pergantian shift sudah berlangsung." Kataku seraya mempersiapkan diri ku.
"Debby... tidak kah bisa memberiku satu kali saja?"
Cup... Ku kecup pipinya lalu melanjutkan aktifitas ku.
"Bukan di situ Debby, tapi disini." Katanya menunjuk pada bibir.
"Ya ampun Mas, aku benar,- benar terlambat. Pulanglah Mas, besok aku akan pulang. Bukankah kamu seharian akan di rumah. Akan ku berikan besok." Bujukku.
"Apa cucu direktur tidak bisa meliburkan diri sehari saja?" Tanyanya.
"Jangan biasakan memanfaatkan jabatan untuk hal pribadi, di rumah sakit aku tetaplah seorang perawat UGD." Jelasku.
"Hem... Berangkatlah, saya akan menyiapkan keperluan kamu dan barang- barang kamu nanti."
__ADS_1
Ku pesan taksi online, hari ini motorku rewel dan aku belum sempat membawa nya ke bengkel.
"Aku berangkat dulu mas, Assalamualaikum." Ucapku di dalam taksi, tak lupa ku kecup punggung tangan suamiku yang saat ini mengantarku.
"Waalaikumsalam, hati- hati Debby. Pak pelan- pelan ya." Perintahnya pada sopir taksi, sifatnya yang seperti inilah yang mampu meluluhkan hatiku yang sempat ku tutup karena luka yang ditorehkan oleh mantan suamiku dan istrinya.
"Siap Mas."
"Mas, jangan menungguku sarapan besok, aku pulang agak terlambat, masih ada urusan penting di Rumah sakit." Kataku. Semalam Dokter Firman menghubungiku dan memintaku untuk ikut menyambut kedatangan direktur pengganti profesor Atonius atmajaya. Mengingat kondisinya yang sudah harus banyak beristirahat maka profesor Antonius memutuskan untuk mundur dan penggantinya akan datang besok pagi.
"Ya..." Jawabnya dengan tersenyum ramah seraya melambaikan tangannya.
"Kenapa semakin tua semakin tampan dan berwibawa? Untung aja lepas kontrolnya ke rumah bunda, coba ke pengadilan. bisa rugi kalau sampai kebablasan." Gumamku di dalam taksi menuju Rumah sakit.
Kedatangan Direktur Baru
π₯π₯π₯
__ADS_1
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..