
Aku Bukan Rahim Cadangan
Part 181
"Jangan buat Mas Doni semakin stress." Sambungnya, airmatanya mulai jatuh, aku tersentuh, aku tau Mbak Linda begitu mencintai Mas Doni sampai- sampai tak memikirkan dirinya sendiri. Dia hanya memikirkan kebahagiaan Mas Doni dengan memohon padaku.
"Saya nggak janji, tapi akan saya usahakan." Jawabku lalu pergi.
πΈπΈπΈ
Pagi pun tiba, "Debby ayo bangun Deb!" Seru Sinta yang menggoncang-goncang tubuhku yang ku letakkan asal. Ku buka mata perlahan, Kulihat Sinta sudah sangat cantik dan wangi dengan baju yang terlihat lebih formal. Berbeda dengan penampilan Sinta sebelumnya.
"Jam berapa?" Tanyaku mengangkat kedua tanganku dan meregangkan otot- ototku..
"Sudah mau jam 9, yang gantiin shift juga udah datang semua." Jawab Sinta.
__ADS_1
"Apa? Jam 9?"
"Ayo buruan keluar, Kita bisa telat." Sekarang giliran Alex yang menghampiri dengan dandanan yang berbeda dengan biasanya. Ku lihat penampilan Alex dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Debby aja belum mandi." Sambung Sinta.
"Kalian ini pada ngapain? Mau kemana?" Tanyaku terkekeh.
"Debby, kamu nggak dikasih tau dokter Firman? Kita para perawat muda ini, harus menyambut kedatangan direktur baru kita." Terang Sinta, aku pun teringat dengan perintah dokter Firman.
"Ya udah lah Deb, daripada nggak hadir mending pake seragam aja." Kata Sinta.
Aku pun segera pergi ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka, mandi sudah tidak mungkin. Karena waktu sudah begitu mepet dan Sinta sudah terus mengetuk pintu kamar mandi. Ku gunakan parfum lebih banyak dari biasanya untuk mengusir bau bangun tidurku.
Kami pun bersiap di loby utama, aku berdiri di barisan paling belakang, baju dan bau ku cukup membuatku tau diri. Mobil hitam pun tampak memasuki area rumah sakit dan berhenti tepat di depan loby. Security membuakkan pintu aku yakin itu adalah direktur yang baru. Ku ambil nafas panjang, berdoa semoga penampilanku tidak akan membawaku ke dalam masalah.
__ADS_1
Dokter Firman tampak keluar dari dalam mobil dengan di ikuti satu orang lagi di belakangnya, seseorang berperawakan tinggi, putih, ber- jas hitam yang ku yakini dia lah peran utama pagi ini "Kenapa sepertinya aku mengenalnya?" Gumamku, Jarak yang cukup jauh dan tempatku yang tertutup dengan rekan- rekan yang ada di depanku membuatku lama mengidentifikasi. Ku sipitkan mataku untuk memastikan apa yang ku lihat saat ini , dan apa yang ku lihat benar- benar membuatku terbelalak, "itu, itu bukannya lelakiku? Lelucon apa lagi ini? Ya Tuhan... ini Cobaan apa ujian?" Geruruku,
Semua memberri salam, Ku tundukkan kepalaku melihatnya mendekat ke arahku.
"Alex, bukannya pengganti Profesor itu cucunya? Jangan bilang kalau dokter Teddy itu adalah cucunya profesor Antonius atmajaya?" Tanya Sinta yang berada di sampingku.
"Ya kalau emang dia penggantinya berarti dia adalah cucunya." Jawab Alex.
"Ya Ampun Lex, ini sih paket super lengkap. Debby, coba deh Deb lihat siapa yang datang." Kata Sinta menggoncang lenganku.
π₯π₯π₯
Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataππ»π
Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..
__ADS_1