Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Obat tidur


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 151


"Jangan menggombaliku."


"Beneran, Aku merindukanmu sayang" Ku pejamkan mata, ku hirup wangi khas dari tubuh Debby, wangi yang begitu sangat ku rindukan.


"Ada dokter Firman Mas, jangan seperti ini." Tolaknya.


"Sedikit obat tidur akan membuatnya tidur nyenyak sampai aku bangun subuh besok." Jawabku santai, aku memang mencampurkan sedikit obat tidur pada teh dokter Firman, demi bisa berdua dengan Debby, apapun akan ku lakukan.

__ADS_1


"Ya Ampun Mas, kamu kasih dokter Firman obat tidur?"


"Hemm... Obat itu justru akan membantu dokter Firman istirahat lebih lama dan lebih cepat."


POV Debby


Aku masuk ke kamar yang sudah ditunjukkan oleh sang empunya. Ku buka dan ku tutup kembali. Aku terkejut dengan apa yang aku lihat saat ini. Kamar yang begitu luas dengan dinding kaca besar yang terhubung langsung dengan pemandangan luar, pemandangan langit London terlihat begitu nyata ku lihat saat ini.


Ku sunggingkan senyumku saat ku dekati ranjang besar di depanku. Disana sudah tertata hiasan dengan kelopak bunga mawar bentuk love di atasnya. Terdapat pula piyama panjang yang sepertinya sudah disiapkan untukku, tak lupa dia siapkan pula dua handuk warna putih di dekat piyamaku "Niat sekali" gumamku tersenyum geli melihat tingkah suamiku yang tak pernah ku kira akan seromantis ini.


Usai ku bersihkan diriku, aku duduk di depan cermin besar, ku rapikan rambutku yang sudah seharian tak menghirup udara bebas.

__ADS_1


Ku ambil hijab ku yang ku letakkan di atas nakas saat ku sadari handle pintu bergerak, tertanda ada yang membuka pintu. Dan ternyata itu adalah suamiku masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan sudah mengganti pakaiannya dengan piyama yang senada dengan yang ku pakai saat ini. "Benar- benar niat" batinku.


Dia menghampiri ku setelah ada sedikit perselisihan diantara kami. Aku salah paham, ku kira dia akan meninggalkan ku dan pergi ke rumah sakit untuk panggilan darurat. Tapi nyatanya dia mengeluarkan peralatan nya untuk memeriksaku yang masih sehat ini.


Yang membuatku lebih terkejut lagi adalah saat dia berkata bahwa telah memberi obat tidur pada dokter Firman untuk melancarkan rencananya malam ini. Dan tangan kokoh itu tiba- tiba membopongku, membawaku menuju ranjang dengan kelopak bunga itu. Meletakkan tubuhku dengan penuh ke hati- hatian.


"Apa kamu sudah ridho Debby?" Tanyanya saat menatap mataku dengan lekat- lekat. Tatapan yang memabukkan dan mampu membius setiap wanita yang melihatnya. Aku bergeming dan hanya bisa menelan Saliva ku, ada rasa takut juga berdebar, karena ini kali pertamanya aku akan menyerahkan kehormatanku yang ku jaga rapat- rapat selama 23 tahun.


"A_aku." Ku hela napas panjang menetralkan perasaanku "Lakukan apa yang menjadi hakmu dan ku lakukan apa yang menjadi kewajibanku." Jawaban itu lah yang akhirnya keluar dari mulutku. Jawabnya yang memang sudah sepatutnya ku berikan saat statusku berubah menjadi seorang istri.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa Menikahi Bos Mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2