Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Kaki ayam


__ADS_3

Aku bukan rahim Cadangan


Part 210


"Debby, sayang, dimanapun kita berada, masalah atau pengganggu itu pastilah ada. Kamu pasti tahu kan kenapa?"


"Karena kamu ganteng? good? GR!"


"siapa bilang? Bukan gitu, intinya kita saling percaya aja itu yang paling terpenting."


"Yah, aku percaya suamiku!"


Tiba-tiba aku teringat dengan kaki ayam


"Eh, mas pasti belum makan kan?


Hari ini aku akan jadi istri yang sepesiap buat kamu, ini aku uda bawakan sesuatu untuk kamu." kataku yang beranjak dari pangkuanya dan ku ambil dan ku bawakan makanan yang di berikan bunda lengkap dengan nasi yang telah ku bawa dari apartemen.


"Apa?"


"Lihat ini, kita makan, tadi udah aku panasin diapartemen. Tadi aku nunggui kamu diapartemen, tapi kamu nggak pulang-pulang jadi aku bawa aja kesini."


"Ini apa Debby? Bukanya ini kaki?" tanyanya seraya mengerutkan dahinya.


"Ini kaki ayam mas, ini enak banget loh, ayo cobai deh. Aaakk"

__ADS_1


"Nggak... Nggak.... Nggak, saya nggak makan itu Debby, udah ya kamu bawa aja ya" Tolaknya dan menjauhkan tanganku dari mulutnya lalu menutup kembali kotak makanan yang ku bawa.


"Kenapa? Ayo dicobain dulu aja. Ini bunda loh yang kasih, temen-temen aku aja suka nagih kalau dikasih ini, Apa lagi alex doyan sekali dia."


"Nggak, saya masih kenyang sayang. Kamu bawa aja buat teman-teman kamu, ok sayang." Lembutnya


"Kamu mengecewakan ku mas!" ucapku menunduk, lalu bergegas merapikan kotak-kotak makanan yang diberikan bunda.


Hening.


"Ya sudah, saya makan. Sedikit aja ya, saya ngak suka pedes soalnya." Putusnya lalu memegani tanganku.


"Nah, gitu dong."


Ku suapi suamiku.


"Dikit lagi, biar kenyang." paksaku


🌸🌸🌸


"Ok, aku pergi. Cepatlah pulang" pamit ku, setelah acara makan malam dadakan kami selesai.


"Kok pergi? Ini kan baru setengah 9?" Ucapnya dengan masih menahan pedas dimulut.


"Suster Indah itu bilang kalau aku nggak boleh lagi deket-deket sama kamu."

__ADS_1


"Ada? Istri ngak boleh deket-deket sama suami?"


"Ya, namanya juga bawahan harus nurut lah sama atasanya."


"Saya putuskan deh mulai besok mereka harus tahu siapa kamu."


Tok...tok...tok... Tiba-tiba Pintu diketuk, yang memaksa kami harus menyudahi pembicaraan kami, ku tatap wajah mas Aska.


"Lah, Debby suster Indah tu Deb, hayo loh Debby mau kemana."candanya


Aku terperanga saat mas Aska mengatakan bahwa suster Indahlah yang datang. "Kamu ada janji sama suster Indah mas? Kenapa ngak ngomong sih mas? Aku keruang istirahat ya." kataku dengan panik


"Eh, disana mati lampunya, udah disini aja." katanya menunjuk kebawah kolong meja kerjanya.


"Bawah meja?"


Pintu pun dibuka, tak ada pilihan lain terpaksa ku ikuti kata mas Aska, untuk masuk kedalam kolong meja.


"Malam pak" dan benar saja, suara suster Indah terdengar dengan jelas dan nyata.


"Suster Indah, sudah disampaikan undangan saya ke anak buah suster semua?"


"Apa Debby perlu juga diundang ? saya takut dia akan membuat masalah setelah apa yang dilakukanya tadi pagi."


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2