Aku Bukan Rahim Cadangan

Aku Bukan Rahim Cadangan
Adu Domba


__ADS_3

Aku Bukan Rahim Cadangan


Part 224


aku pun tak mau berlama-lama ditempat ini, segera aku beranjak dari tempat duduk ku dan segera pergi meninggalkan Kevin.


"Benar-benar serakah ya adikku ini, belum puas juga dia, dia telah mendapatkan Atmajaya houspital dan sekarang kamu juga mau menguasai Atmajaya group?" sindirnya sebelum aku keluar dari ruangan rapat ini. Ku hentikan langkah ku sejenak.


"Setidaknya berterima kasih lebih baik dari pada mengatai ku seperti itu." balas ku


"Apa kamu merasa kalau hari ini kamu telah menyelamatkan kakak mu? Kamu tau? Justru kamu sudah merusak reputasi ku saat ini Teddy." Bentaknya dengan penuh amara


"Reputasi mu itu rusak karena ulah mu sendiri Kevin!" jawab ku, pembicaraan tanpa saling menatap itu lah yang selalu terjadi pada kami berdua.


"Ok, kamu memang selalu lebih cerdik dibandingkan dengan kakak mu, tapi ingat, apa yang sudah aku lakukan pada Vannia, bahakan aku bisa melakukanya lagi dengan sangat mudah." Ancamnya

__ADS_1


Aku tersentak mendengar penuturanya "Apa maksudmu? Aku bahkan tak peduli dengan Vannia."


"Mungkin kamu sudah tidak peduli lagi dengan Vannia, tapi Debby..."


"Kevin! Jangan samakan Debby dengan Vannia dan jangan pernah memasukan Debby ke dalam masalah kita. Bersikaplah jantan, jika kamu mengingginkan Atmayaja group ambilah. Aku sama sekali tidak bernafsu. Tapi jika kamu mengusik atau menyentuh Debby seujung rambut pun maka akan aku pastikan, kehancuran mu akan lebih dari hari ini. Kamu ingat itu Kevin!"


"Seujung rambut? Bahkan kamu tidak tau apa yang sudah terjadi pada Debby dan apa yang sudah papa lakukan." ucapnya


"Maksudmu? Jangan mencoba untuk bermain teka-teki dengan ku, atau kamu sedang mengadu domba antara aku dan papa?"


"Cari tau saja sendiri, bukankah kamu orang yang sangat cerdas? Yang pasti, kamu berada pada pihak yang salah!" ucapnya yang meninggalkan ku


"Papa? Apa yang papa lakukan terhadap Debby?" batinku terus mencari jawaban namu tak kunjung ku temukan jawanya.


Fikiranku terus berkelana, memikirkan tentang kalimat terakhir dari Kevin sudah berhasil mengusik fikiran ku. Berbagai macam pertanyaan datang dan tak kunjung ku temukan jawabanya hingga akhirnya aku telah sampai diparkiran rumah sakit.

__ADS_1


"Semalam ini pak Direktur datang, bukanya seharusnya sudah pulang?" Gumam beberapa karyawan yang melihat kedatangan ku.


Waktu memang sudah cukup larut, bahkan aku tak menghubungi Debby seharian setelah kepergian ku yang sangat mendadak siang tadi. Ku harap dia tidak akan marah lagi pada ku. Ku buka ponsel ku, lalu ku hubungi Debby, setidaknya menanyakan sudah makan dan keperluan apa saja yang dibutuhkan sebelum aku masuk ke dalam, akan lebih menghemat energi dari pada setelah aku masuk aku harus keluar lagi untuk membeli makanan atau sesuatu yang ia butuhkan.


"Hallo sayang"


"Iya" jawabnya yang tak bersemangat


"Apa kamu sudah tidur? Kenapa lemes gitu, apa kamu belum maka?" tanya ku


"Nggak, ini lagi ngantuk aja." jawabnya


"Saya sudah di parkiran rumah sakit. Apa kalian membutuhkan sesuatu? Atau ada sesuatu yang harus saya beli?" tanya ku memastikan


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Terima kasih kakak-kaka sudah mau mampir dan baca ceritaku,mohon maaf jika ada salah kataπŸ™πŸ»πŸ˜Š


Oh ya kak mau promo karya yang berjudul Terpaksa Terpaksa menikahi bos mafia gak kalah seruh juga loh kak ceritanya..


__ADS_2